Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Kepada Siapa Kita Harus Bersyukur atas Berakhirnya Perang Dunia dengan Cepat, Bagian 3 dari 3

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Kita tak bisa diselamatkan, dilindungi, diberkati, untuk terus hidup, untuk menikmati segala yang kita butuhkan, tapi sementara itu, terus menyakiti yang lain, mereka yang tak berdaya seperti para bayi, para janin, seperti para insan-hewan yang tak bersalah – kita tidak boleh melakukan itu. Kita harus penuh kasih dan baik hati, karena itulah yang kita inginkan dari para makhluk lain. Dan itulah juga yang kita inginkan dari Surga. Kita harus menciptakannya. Kita harus memelihara kualitas ini di dalam jiwa kita, dalam hati kita, agar dapat menghasilkan kualitas yang sama ke mana pun kita pergi, di mana pun kita tinggal. Yang serupa menghasilkan yang serupa. Kalian semua tahu itu. Apa yang kalian tabur, itulah yang kalian tuai. Kalian semua tahu itu. Kalian semua tahu tentang karma.

Bahkan jika kalian bukan Buddhis, bahkan jika kalian bukan Kristiani, kalian semua tahu, “Apa yang kalian tabur, itulah yang kalian tuai.” Tidak perlu bagi saya untuk terus mengulangi hal yang sama lagi. Kalian orang-orang cerdas! Tolong, jadilah apa yang kalian harapkan dari orang lain. Perlakukan orang lain sebagaimana kalian ingin diperlakukan. Berikanlah kepada orang lain apa yang kalian bisa, persis seperti yang kalian inginkan jika kalian membutuhkan hal-hal itu, jika kalian membutuhkan situasi itu, bantuan itu, kata-kata penghiburan itu. Tolong, tolong, dan tolong.

Saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk melindungi dunia kalian, planet fisik ini. Tapi saya tidak tahu apakah saya bisa selalu melakukannya. Jika karmanya sangat besar, maka kekuatan negatif akan diizinkan mengganggu kalian, menipu kalian, menjebak kalian, menggoda kalian, dan membawa kalian ke neraka agar kalian terus menjalani hukuman, penderitaan, rasa sakit, dan kesengsaraan yang lebih berat, yang bahkan tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kebahagiaan dan kenikmatan Surga, tak ada kata-kata yang benar-benar bisa menggambarkannya. Penderitaan, rasa sakit, kesengsaraan, dan siksaan di neraka, juga tak ada kata-kata yang bisa kalian gunakan untuk menggambarkannya. Percayalah kepada saya. Saya tidak mendapat apa-apa dengan menceritakan semua ini ke kalian.

Tolong, tolong jagalah dunia ini agar kalian dapat terus hidup dan meninggalkan warisan yang baik bagi anak-anak, cucu-cucu, generasi jauh sesudah kalian, dan generasi mendatang yang harus terus hidup dalam damai dan sesuai Kehendak Tuhan agar dapat memastikan kehidupan yang menyenangkan dan bahagia di masa kehidupan ini di planet ini, dan kembali ke Rumah, dengan penuh kemenangan, untuk menjalani kehidupan yang jauh, jauh, jauh, jauh lebih indah, lebih menyenangkan, lebih bahagia, dan lebih penuh kebahagiaan di Rumah sejati kalian di Surga.

Kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk melanjutkan Dunia Damai dan Dunia Vegan, tetapi itu akan terwujud. Hanya saja, bersabarlah dengan saya. Kalian orang-orang yang baik, kalian murid-murid Tuhan saya, kalian manusia-manusia saya yang baik yang melakukan hal-hal baik dan memiliki kasih kepada sesama dan para makhluk lain yang lebih rendah secara fisik, seperti insan-hewan, seperti pohon-pohon raksasa, seperti sungai, danau, lautan – mereka semua harus murni dan hidup dengan baik agar dapat melayani kalian, membantu kalian. Jika kita terus seperti ini, kita akan meracuni semua air yang seharusnya kita minum, atau kita mungkin kehabisan air sama sekali, dan pada akhirnya kita akan mati juga. Tidak perlu membicarakan perang nuklir.

Berhati-hatilah dengan apa yang kalian lakukan setiap hari. Lakukan saja sesuai dengan Ajaran Para Guru. Jadilah baik, bersikaplah lembut terhadap segala sesuatu, dan terutama pada diri sendiri. Makanlah hanya apa yang baik untuk kalian. Darah dan daging dipenuhi penyakit. Semakin banyak kalian makan, semakin kalian tidak sehat, semakin sering kalian harus ditusuk dan diperiksa di rumah sakit, dan minum, bahkan meminum racun sebagai obat, dan itu juga membuat tubuh kalian semakin memburuk. Jagalah tubuh kalian dengan menjadi vegan, berbuat baik kepada yang lain, dan saling menjaga perdamaian di antara satu sama lain. Itulah cara kalian menjaga diri kalian.

Saya hanya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan Trinitas Mahakuasa Yang Bersatu Kembali. Saya berlutut di udara terbuka, di bawah langit terbuka, untuk bersyukur pada Tuhan dengan berlinang air mata, mengalir di pipi saya. Karena itu adalah kemenangan yang begitu cepat sehingga saya pun tidak bisa memercayainya. Karena orang-orang di mana-mana kekurangan berbagai kebutuhan pokok, bahkan makanan, saat ini bahkan bahan bakar, dan jika tanpa banyak hal, maka kita juga tidak akan punya listrik, dan tidak punya apa pun untuk bertahan hidup. Dan itu hanya periode waktu singkat. Perang tiba-tiba berhenti begitu saja. Itu adalah perang dunia, karena seluruh dunia terkena dampaknya. Semua warga di berbagai negara terdampak. Jadi, itu benar-benar perang dunia tanpa perlu senjata lain. Kalian tahu itu. Kalian bisa melihat itu.

Ya Tuhan, terkadang saat saya memeriksa berita, saya juga harus mengirimkan beberapa berita kepada grup berita. Kita semua melakukannya bersama-sama, bukan hanya saya sendiri, tapi saat saya harus melihat semua itu, oh Tuhan, saya hampir pingsan. Saya hampir pingsan, karena bagaimana manusia bisa menanggung semua ini? Bagaimana mereka akan hidup? Bagaimana bayi-bayi dan anak-anak akan bertahan hidup, terus tumbuh untuk menyumbangkan bakat dan kecerdasan mereka agar semua orang bisa terus hidup, terutama sekarang?

Mulai dari bahan kimia dan logam hingga kemasan dan elektronik. Banyak industri kini menghadapi kenaikan biaya energi dan bahan baku karena perang mengganggu aliran minyak dan gas global. Dana Moneter Internasional mengatakan perang Iran dapat memicu resesi global, tetapi Inggris diperkirakan akan menjadi negara yang paling terdampak di antara semua negara G7. Belum jelas seberapa parahnya. Angka pertumbuhan yang lebih baik daripada perkiraan yang dirilis pada hari Kamis dicatat sebelum konflik dimulai. Namun, seluruh benua akan merasakan dampaknya.

Beban berat di punggungnya dan beban yang lebih berat lagi untuk mengisinya. Dampak berantai dari perang di Timur Tengah mencapai dapur-dapur yang berjarak ribuan kilometer di Brasil, terutama di favela atau daerah kumuh, di mana banyak keluarga kesulitan membeli gas untuk memasak yang harganya terus naik.

Kami telah melihat anak-anak yang sakit. Mereka kekurangan gizi. Kami telah berbicara dengan seorang wanita yang baru saja dipindahkan ke pusat stabilisasi. Anak itu mengalami kesulitan bernapas, jadi banyak orang di sini mengatakan bahwa mereka mengira akan datang untuk mencari bantuan, tetapi mereka tidak mendapatkan bantuan itu karena tidak ada cukup air atau makanan. Orang-orang sedang berjuang keras. Mereka hidup dalam kondisi sulit. Mereka saling membantu hanya untuk bertahan hidup.

DLL…

Ada begitu banyak bayi yang dibunuh sebelum mereka lahir. Bagaimana kita akan memiliki generasi mendatang untuk melanjutkan kehidupan kita, warisan kita, penemuan kita, dan upaya berkelanjutan kita untuk menjaga planet ini? Saya sudah terlalu tua. Maksud saya, bagi saya, saya rasa saya sudah sangat tua, meskipun saya tidak merasa setua itu. Dan saya masih baik-baik saja untuk bekerja seperti biasa. Tetapi generasi mendatang, anak-anak kalian, cucu-cucu kalian, piut-piut kalian, kalian harus memikirkan mereka. Kalian harus melindungi mereka dari segala bencana yang mungkin terjadi. Tolong dengarkan saya. Lindungi diri kalian, lindungi anak-anak kalian dengan, yang pertama, menjadi vegan. Jangan membunuh apa pun, bukan hanya manusia, tapi juga insan-hewan, pohon, cacing, insan-burung, -ikan. Mereka tidak membahayakan kalian. Jika kalian bisa mendengarkan, mereka memberi kalian berbagai nasihat setiap hari, bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik. Tapi kalian tak bisa mendengar karena kalian menjadikan diri kalian sebagai makhluk hibrida. Kalian memakan segala macam hal yang tidak kondusif bagi kecerdasan kalian, kebijaksanaan kalian, kemampuan kalian yang serba-tahu, yang telah dianugerahkan Tuhan kepada semua manusia bahkan sebelum mereka ada di planet ini.

Setiap hari, insan-burung datang, banyak insan-burung, ratusan jumlahnya di pagi hari. Pagi-pagi sekali, mereka datang dan menyanyikan lagu-lagu untuk saya serta memberi tahu saya banyak hal. Saya tak selalu ingat apa yang harus dilakukan, tapi mereka datang dan mengingatkan, dan semuanya sempurna. Seperti, “Jangan pergi ke sana. Jangan turun ke sini. Karena, karena, karena…” Begitu banyak kecelakaan telah dicegah, telah dihindari karena insan-burung, -tupai, -kucing liar, insan-laba-laba, -anjing di lingkungan sekitar, insan-rusa, dll... mereka semua datang dan mengingatkan saya akan berbagai hal, mengingatkan saya akan banyak hal.

Karena saat saya bekerja – misalnya, saya berkonsentrasi pada pekerjaan Supreme Master Television, saya tidak akan memiliki perhatian untuk mendengarkan semua pesan batin. Jadi, biasanya Tuhan berbicara kepada saya di malam hari ketika saya tidak punya pekerjaan fisik, saat saya selesai bekerja. Tapi itu pun tidak mudah, karena terkadang saya harus bekerja sepanjang malam. Saat siang hari, saya sibuk dengan hal-hal lain – mengurus internet, mencari berita, dan mengurus laporan bisnis saya, berbagai macam hal. Atau ada pekerja saya yang meninggal, saya juga harus mengurus hal itu, mengurus secara fisik, seperti mengirim siswa penetap untuk mengunjungi keluarganya, memberikan bantuan finansial agar mereka bisa mengadakan pemakaman yang layak sesuai keinginan mereka. Lalu mengirim bunga dan pemberian sebagai tanda belasungkawa, serta bermeditasi di sana untuk mengantar jiwanya agar pergi dengan lebih tenang dan menuju dimensi yang lebih tinggi, dan sebagainya.

Ada banyak pekerjaan yang harus saya lakukan, bahkan saat tinggal di tenda, kalian tetap punya pekerjaan. Di siang hari, kalian harus membuka semua penutup. Di malam hari, kalian harus menutupinya agar tetap hangat, misalnya seperti itu. Banyak hal, banyak hal kecil. Mengecas ponsel saya, banyak ponsel, karena ponsel yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda. Ponsel untuk informasi, ponsel untuk menyimpan sesuatu yang ingin saya periksa lagi nanti, ponsel untuk menyalin judul berita dan foto untuk dikirim ke tim berita saya, dan sebagainya. Begitu banyak hal, semuanya. Bahkan pakaian yang kalian kenakan, kalian harus mencuci dan digantung untuk dikeringkan, dan sebagainya.

Dan di hutan liar, itu tidak semudah jika saya tinggal di rumah, rumah kota biasa. Seperti mencuci, mengeringkan, itu juga tantangan dan pekerjaan yang lebih banyak daripada jika kalian tinggal di rumah. Kalian tinggal memasukkan pakaian ke dalam mesin, memutar beberapa tombol, dan selesai. Dan ia bahkan memberi tahu kalian ketika selesai, misalnya seperti itu. Segala sesuatu lebih mudah di kota. Tentu saja saya tahu itu. Saya pernah tinggal di sana, tapi saat ini saya punya rumah yang tidak bisa saya tinggali. Saya punya mobil yang tidak bisa saya kendarai. Saya punya orang-orang, tapi saya tak bisa memakai mereka, tidak secara pribadi. Kalian mengerti itu? Jadi, setiap hal kecil menghabiskan waktu saya. Saya sibuk, tanpa henti. Selain itu, saya harus mengurus para murid Tuhan saya dan orang-orang yang dengan putus asa memohon bantuan, meskipun mereka tak mengenal saya. Saya tetap membantu mereka jika mereka memintanya dengan tulus.

Saya rasa sekian dulu untuk saat ini. Saya masih punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini, jadi mungkin kita akan bicara lagi lain waktu. Semoga kalian mengenal, menerima, dan merasakan Kasih Tuhan, Berkah Tuhan kapan pun dalam hidup kalian, terutama ketika kalian berada dalam situasi yang sangat, sangat putus asa. Jadikanlah berdoa kepada TUHAN, memercayai TUHAN, dan mengingat TUHAN sebagai kebiasaan suci yang konstan, agar kalian tidak pernah menjadi atau merasa sendirian, kesepian, dan tak berdaya, terutama di saat sedih atau saat meninggalkan dunia ini! Semoga Tuhan mengasihi kita, memberkati kita semua, dan mengampuni kita semua. Amin. Terima kasih, Tuhan.

Photo Caption: “Bukalah HATI Anda Untuk Menyambut CAHAYA.”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (3/3)
1
Antara Guru dan Murid
2026-05-02
1988 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-05-03
1463 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-05-04
1153 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-05-05
1489 Tampilan
Ringkas
2026-05-05
1 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-05-05
409 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-05-05
607 Tampilan
34:32
Berita Patut Disimak
2026-05-04
1 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-05-04
1 Tampilan
Orang Baik, Karya Baik
2026-05-04
1 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-05-04
1153 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh