Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • اردو
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • اردو
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Perjalanan Jiwa: Praktik Spiritual yang Menginspirasi Melalui Seni, Bagian 6 dari Banyak Seri

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut

Cahaya lilin yang indah, berwarna- warni, dan romantis dapat bersinar menembus semua kegelapan. Kita tidak perlu meminjam dari kekuatan eksternal. Nyalakan api batin dengan cinta dari dalam, dan biarkan api itu membimbing diri sendiri dan orang lain menuju jalan yang mulia.

Sebagai guru spiritual dan seniman terkenal di dunia, Maha Guru Ching Hai (vegan) membimbing kita tidak hanya melalui bimbingan spiritual, tetapi juga melalui karya seni yang luar biasa. Hari ini, kita akan menjelajahi Galeri Seni Surga, yang diciptakan oleh Maha Guru Ching Hai (vegan). Karya seni Guru sepenuhnya menangkap keindahan Surga, membawa berkah bagi dunia.

Lukisan-lukisan hebat adalah harta karun umat manusia yang berharga. Setiap sapuan kuas menangkap sejarah, budaya, ekspresi, dan bahkan berkah, memperkaya pengalaman jiwa tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan tanpa secara fisik mengalaminya. Bakat artistik luar biasa dari Maha Guru Ching Hai (vegan) tidak hanya berasal dari Kebijaksanaan-Nya yang sepenuhnya tercerahkan tetapi juga dari Kehidupan masa lalu-Nya yang istimewa sebagai seniman dan pelukis terkenal.

VO: Halo tim Supreme Master TV, Ketika saya menonton Ramalan Kuno tentang Planet Kita, Bagian 228 “Ramalan oleh Seniman Besar Italia Leonardo da Vinci” di Supreme Master TV, sebuah wahyu muncul di benak saya bahwa Maha Guru Ching Hai adalah Leonardo da Vinci dalam kehidupan masa lalunya. Dengan mengingat banyak karya yang ia ciptakan, dan terutama lukisan-lukisannya, karena di situlah ia mengekspresikan sifat aslinya dalam Mona Lisa. Lukisan ini selalu menjadi misteri bagi saya karena banyak kritikus seni telah mencoba mencari tahu siapa Mona Lisa itu dan mengapa ia melukisnya. Bertahun-tahun yang lalu, saya mengetahui siapa dia, dan Leonardo da Vinci melukis dirinya sendiri sebagai seorang wanita, tetapi tetap saja, ada kaitan yang hilang tentang mengapa dia melakukan itu. Senyum pada Mona Lisa adalah kaitan yang menunjukkan bahwa Yesus (Maha Guru Ching Hai) akan kembali sebagai seorang wanita, dan Guru banyak tersenyum.

Lukisan “Salvator Mundi” dan “Perjamuan Terakhir” adalah penggambaran tentang siapa sebenarnya yang membuat karya seni tersebut. Yesus Sendiri yang melukis semua karya seni itu sebagai Leonardo da Vinci. Sekali lagi, Maha Guru telah menunjukkan kepada saya siapa Dia di kehidupan lampau sebagai Leonardo da Vinci, dan juga sesuatu yang sangat menarik muncul saat saya menonton acara itu, yaitu bahwa Michelangelo adalah jiwa kembar-Nya. Dua seniman yang hidup di kerangka waktu yang sama, tetapi itu adalah jiwa yang sama. […]

Hari ini, mari kita bergabung dalam perjalanan spiritual untuk “Menyalakan” jiwa kita untuk kembali ke rumah saat kita berusaha memahami “Idealisme yang Berbeda” yang dapat membawa kita ke jalan yang salah. Untuk mengajar jiwa-jiwa muda, seorang Santo atau Guru kadang-kadang dapat berperan sebagai “Badut” hanya untuk menghibur murid- muridnya. Kita semua harus menghargai pengorbanan yang mendalam dari seorang Guru sejati. Karena jika seorang Guru memilih untuk tetap tersembunyi, hanya meninggalkan “Sepatu dan Kipas Guru,” di mana kita akan menemukan Guru yang hidup seperti itu lagi?

Di dunia bayangan ini, kita sering mencari kehangatan dari luar, tetapi nyala api yang paling abadi adalah yang kita temukan di dalam diri.

Cahaya lilin yang indah, berwarna- warni, dan romantis dapat bersinar menembus semua kegelapan. Kita tidak perlu meminjam dari kekuatan eksternal. Nyalakan api batin dengan cinta dari dalam, dan biarkan api itu membimbing diri sendiri dan orang lain menuju jalan yang mulia.

Kebijaksanaan mendalam ini berasal dari buku “Kunci Pencerahan Seketika,” berdasarkan ceramah yang diberikan oleh Maha Guru Ching Hai (vegan) pada tanggal 25 April 1987, di Penghu, Formosa. Guru dengan elegan menjelaskan bahwa “Cahaya Duniawi” bukanlah sebuah misteri tetapi sebuah proses kembali ke Cahaya (Surgawi) batin. Mari kita dengarkan ajaran Beliau.

Master: Setiap praktisi hebat semua berbicara tentang Cahaya. Karakter Mandarin “Ming” untuk pencerahan melibatkan matahari dan bulan, yang menunjukkan Cahaya, dan itu berarti pencerahan ada dalam Cahaya. Bagaimana seseorang bisa tercerahkan jika tidak ada Cahaya? Oleh karena itu, pencerahan melibatkan Cahaya – untuk melihat Cahaya atau memancarkan Cahaya sendiri, atau untuk terhubung dengan Cahaya. Pada awalnya, kita memiliki Cahaya dan Suara batin, yang merupakan “Sifat Sejati” kita, atau “Sifat Buddha” seperti yang dikatakan dalam Buddhisme. Yesus Kristus berkata: Kerajaan ALLAH ada di dalam dirimu; Buddha Shakyamuni berkata: Sang Buddha ada di dalam pikiran dan Lao Tzu mengajarkan hal yang serupa. Dia tidak menyuruh kita untuk mencari Tao di luar, dan Dia juga tidak mengatakan bahwa kita harus melakukan ziarah ke gunung-gunung, ke sungai-sungai untuk menemukan Tao ini. Bukankah begitu? Inti utama dari Tao Te Ching (Sutra Kebajikan) juga menyiratkan bahwa kita harus mencari Tao di dalam diri kita sendiri.

Seperti yang diungkapkan Guru dengan anggun, jalan menuju Pencerahan bukanlah perjalanan ke negeri yang jauh tetapi kembali ke Cahaya di dalam diri. Baik kita menyebutnya Kerajaan TUHAN, Sifat Buddha, atau Tao, itu adalah Sifat Sejati yang selalu menjadi penjaga senyap kita. Mari kita nyalakan api cinta batin ini dan biarkan Cahaya membimbing kita kembali ke Rumah.

Kita mulai dengan melihat sebuah karya mendalam yang menggambarkan ikatan antara seorang Guru dan murid-murid-Nya.

Maha Guru Ching Hai (vegan) awalnya menamai lukisan ini “Guru dan Murid” tetapi mengubah namanya menjadi “Idealisme yang Berbeda.” Orang dalam gambar tersebut mewakili Guru batin, dan anjing-anjing yang pergi ke arah lain mewakili murid-murid-Nya. Terkadang, Guru meratapi bahwa murid-muridnya tidak mampu menjadi satu dengan-Nya untuk berjuang menuju cita-cita mulia yang sama. Murid-murid, yang memiliki ego terlalu besar dan iman terlalu kecil, terlalu sering mudah menyerah pada godaan dan pengaruh di dunia ini. Namun, Guru memiliki tali di tangan-Nya yang menghubungkan diri-Nya dengan semua murid. Pada akhirnya Dia akan membawa kita pulang ke tempat asal kita semua.

Ini adalah lukisan abstrak di mana semua elemen – figur, insan-hewan, dan bintang-bintang – mengandung makna yang dalam dan jelas. Gaya lukisannya seperti buku harian pribadi, mengungkapkan perasaan batin dengan kejelasan yang sempurna.

Pohon-pohon hijau yang rimbun memberi kita rasa damai, sementara bintang dan bulan melambangkan pelarian dari dunia yang sibuk, menuntun kita menuju meditasi. Sebaliknya, warna-warna tanah di kanan bawah mencerminkan beban berat kehidupan sehari-hari. Kita melihat anjing dengan tali melihat ke arah lain, mulut terbuka dan teralihkan, dengan sempurna menggambarkan bagaimana kita sering terjebak dalam gangguan sehari-hari. Lukisan ini benar-benar menangkap semangat dari figur-figur ini, mengingatkan kita akan perjuangan terus-menerus antara kerinduan jiwa kita dan godaan dunia.

Selanjutnya, kita akan meneliti lukisan “Si Badut.” Karya ini menggambarkan gaya potret diri simbolis Sang Guru. Alih-alih berfokus pada penampilan fisik-Nya, lukisan ini menggunakan citra badut untuk secara visual menceritakan dunia batin dan kisah-Nya.

Sang Guru pernah berkata bahwa Ia seperti badut yang, terlepas dari sakit atau sedihnya, harus tersenyum untuk membuat semua orang bahagia. Ini tidak masalah bagi-Nya selama murid-murid-Nya mendapatkan manfaat dari hal ini, terus beriman dan bahagia saat berjalan di jalan spiritual mereka. Dalam lukisan tersebut, warna-warna cerah dan hidup digunakan di sisi kanan badut dan warna-warna gelap dan kusam di sebelah kiri. Ini mengungkapkan sifat sejati si badut: selalu bahagia di luar tetapi terkadang sangat kesepian di dalam.

Lukisan ini mengungkapkan dunia batin Guru, Jiwa Mulia yang datang ke dunia ini dalam wujud sederhana hanya untuk membantu umat manusia.

Terdapat keheningan mendalam dalam karya, “Sepatu dan Kipas Sang Guru.” Mari kita luangkan waktu sejenak untuk benar-benar merasakan kisah di baliknya.

Maha Guru Ching Hai (vegan) menghasilkan karya ini selama retret puasa. Sepatu dan kipas dengan tenang menunggu Pemiliknya. Pada saat itu, banyak hal yang memilukan terjadi di dunia. Suatu malam, selama meditasi kelompok, Guru dengan tenang memasuki aula, memainkan harpa, dan memberi isyarat kepada para murid untuk mengapresiasi lukisan tersebut. Kemudian, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Beliau pergi.

Sepatu dan kipas adalah barang yang digunakan Guru setiap hari. Melihatnya ditinggalkan di sini tanpa Pemiliknya membawa kesedihan yang mendalam dan makna yang dalam. Kita harus melihat lukisan ini dengan hati kita; hanya dengan begitu kita dapat memahami ajaran sunyi yang tersembunyi di dalamnya.

Keheningan adegan ini menyampaikan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini mencerminkan kekecewaan Guru yang tenang terhadap kebisingan dunia dan kerinduan-Nya untuk meninggalkannya. Pada saat yang sama, lukisan ini menceritakan kisah Guru – tentang seseorang yang menanggung kesulitan tanpa akhir, melewati gunung dan jalan, semata-mata karena keinginan-Nya untuk membebaskan semua jiwa.

Ini mengingatkan kita untuk menghargai setiap momen bersama Guru kita yang tercerahkan. Kita harus hargai kehadiran-Nya dan biarkan Dia membimbing dan mengangkat kita, membimbing jiwa kita kembali ke Rumah sejati kita.

Dalam hal seni, lukisan ini memiliki kekuatan luar biasa menyampaikan perasaan mendalam melalui objek-objek sederhana. Ini benar-benar sebuah mahakarya. Seni yang hebat tidak selalu butuh garis-garis yang rumit atau warna-warna yang kaya; seringkali, hal itu mengejutkanmu, menyentuh hatimu secara tiba-tiba dan tajam. Ini adalah pengingat yang indah bahwa jiwamu telah tergerak secara mendalam.
Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (6/6)
1
Hiburan yang Mencerahkan
2025-12-18
5741 Tampilan
2
Hiburan yang Mencerahkan
2026-01-22
4296 Tampilan
3
Hiburan yang Mencerahkan
2026-03-19
3741 Tampilan
5
Hiburan yang Mencerahkan
2026-05-28
2928 Tampilan
6
Hiburan yang Mencerahkan
2026-06-25
1312 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-06-30
226 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-30
339 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-29
817 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-28
400 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh