Details
Baca Lebih Lajut
Cinta adalah keajaiban yang menghidupkan kembali mata air sang jiwa. Cinta adalah nektar manis yang menawan hati yang di selimuti berkah dunia. Cinta mengobarkan impian dan asa; cinta membuat badai dan hujan kehidupan sirna. “Namun kini masa badai telah berlalu: cinta-Mu laksana mata air, menyejukkan hatiku yang terbakar!”Dalam kehadiran-Mu yang hening aku menemukan diriku, Dalam sikap-Mu yang tenang kedamaianku terlahir kembali: Di malam-malam nan kelam, hening dan tenang, suara-Mu yang lembut meredakan gejolak jiwaku!Oh cinta agung nan sejati! Melintasi reinkarnasi dan seribu janji! Masihkah kau ingat Cinta kita di masa lalu?...Ada kisah cinta yang hambar, petualangan yang melelahkan, Namun aku bergegas berlayar menuju kebahagiaan sejati. Berkali-kali, di dunia yang kacau ini aku tersesat dan bimbang.Namun kini masa-masa badai telah sirna: cinta-Mu laksana mata air, menyejukkan hatiku yang terbakar! Perjalanan panjang telah usai, Di sini aku berlabuh selamanya.Musim semi, simbol masa muda, ritme kehidupan, dan harapan. Musim semi juga musim sukacita bagi hati yang bersemangat mendambakan masa depan yang cerah dan gemilang. Musim semi telah tiba di Surga dan di Bumi, dan musim semi pun bermekaran di hati mereka yang dipenuhi kepercayaan dan cinta.Hari ini segar dengan musim semi yang baru Hatiku terpesona oleh kebahagiaan hidup Musim semi telah tiba, dengan bunga-bunga yang indah Aku ingin mengumpulkan ribuan mawar.Hari ini segar dengan musim semi yang baru. Hatiku terpesona dalam kebahagiaan hidup. Musim semi telah tiba, dengan bunga-bunga yang cerah. Aku ingin selalu tersenyum bersama bunga-bunga.Suatu ketika sang terkasih berlalu, bunga-bunga berduka, dan Bulan pun tetap membeku. Namun, saat sang kekasih kembali, hati bergetar dalam melodi Surgawi, Surga dan Bumi bersuka cita, jiwa kembali menemukan dirinya di Surga.Cinta dan kerinduan tiba dengan sayap kesepian Langit dan Bumi menyelimuti ruang ini dalam kesendirian. Di tepi jalan, sisa musim gugur yang layu luruh Di ambang pintu, sosok kesepian menatap pantai nan sunyi.Ombak di lepas pantai mengaduk rindu. Lili putih di halaman kian melayu! Jalanan sempit terguyur hujan, bunga-bunga melayu, Balkon kosong, bulan terbenam dalam nuansa pilu.Namun saat engkau kembali – Bunga-bunga bermekaran, awan dan angin berbisik! Bergandeng tangan di tepi sungai yang jernih, Berdampingan, kita berbagi sepenuh hati...Langit dan Bumi kini berpesta Dua jiwa melayang di Surga, Saling mencintai. Hari-hari melimpah, tanpa batas...Dunia ini sekedar persinggahan tempat kita tinggal untuk sementara; mari kita bergegas menuju kedamaian abadi dalam jiwa, dalam pelukan penuh kasih Bapa yang Maha Pengasih dan Ibu yang Maha Penyayang. “Go go go, menuju Sang Bapa, Go go go, menuju Tanah Seberang Go go go, menuju para Saudara Go go go, Pulanglah bersama...” Rumah sejati kita adalah Surga, alam harmoni yang kekal.Lagu ini berjudul “Go! Go! Go!” Kita bisa menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan dan sekaligus menikmati hidup. Tuhan tidaklah menyedihkan dan tak berseni. OK? Jadi, kita dapat berlatih meditasi dan menikmati hidup pada saat yang bersamaan. Apakah itu OK? (Ya!)Go! Go! Go! Menuju Masa depan (Anda bahkan dapat menari.) Go! Go! Go! Menuju Shangri-La Go! Go! Go! Menuju Masa Depan Go! Go! Go! Melampaui bintang-bintang, Oh, Kemuliaan! Damai dan Harmoni, Oh, Kemuliaan! Sang Bijak pengabul harapan, Oh, Kemuliaan! Saudara Bijak nan Agung Oh, Kemuliaan! Rumah Para Guru, Salam! Salam! Salam! (Bersama, kita pergi ke suatu tempat) Oh, salam para Pahlawan (yang melampaui planet-planet,) Salam! Salam! Salam! (lebih tinggi dari bintang-bintang.)Oh, salam para Malaikat Go! Go! Go! Menuju Sang Bapa Go! Go! Go! Menuju Tanah Seberang, Go! Go! Go! menuju para Saudara Go! Go! Go! Pulanglah bersama Saya menulis ini agar kalian menariLagu ini saya tulis agar kalian dapat menari dalam nama Tuhan. Go! Go! Go! Menuju Masa Depan Go! Go! Go! Menuju Shangri-La Go! Go! Go! Menuju Sang Bapa Go! Go! Go! Melampaui bintang-bintang, Oh, Kemuliaan! Damai dan Harmoni Oh, Kemuliaan! Sang Bijak pengabul harapan Oh, Kemuliaan! Para Saudara nan Bijaksana, Oh, Kemuliaan! Rumah Para Guru, Salam! Salam! Salam! Oh, salam para Pahlawan Salam! Salam! Salam! Oh, salam para Malaikat, Go! Go! Go! Menuju Sang Bapa Go! Go! Go! Menuju Tanah Seberang, Go! Go! Go! Menuju Sang Bapa Go! Go! Go! Pulanglah bersama Go! Go! Go! (Kita pulang bersama-sama.)Pulanglah bersama (Semuanya demi latihan spiritual.)Go! Go! Go! Pulanglah bersama Go! Go! Go! Pulanglah bersama Go! Go! Go! Pulanglah bersama. (Oh, ya!)











