Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Sekarang, Tim Surgawi, tentu saja termasuk saya sendiri, telah bekerja sangat keras di belakang kalian, maaf, untuk menangani banyak masalah, mengurai banyak simpul, berdiskusi, menginisiasi solusi, mengurangi hambatan dan memupuk energi damai yang lebih besar di dunia ini sehingga perdamaian bisa datang dan bertahan. Kita tidak bisa benar-benar bergantung pada siapa pun kecuali diri kita sendiri. Kita harus menjadi apa yang kita inginkan dari orang lain, tetapi kita harus memilikinya terlebih dahulu sebelum orang lain dapat membantu. Tim Surgawi dan saya, Kami bekerja sangat keras. Ini bukan sekadar duduk bersama di dunia, para pemimpin bersama-sama, atau negosiasi antara negara atau pemerintah. Tidak, tidak. Itu hanya satu bagian, bagian kecil. Bagian yang lebih besar adalah dunia batin – seperti Tim dan saya harus mencari akar penyebabnya.Yah, kita sudah tahu, akar penyebabnya adalah karma pembunuhan di dunia ini. Namun, kemudian kita harus cari lebih jauh, lebih dalam, cara membahas ini dengan yang lain di Alam Semesta. Misalnya, perang bahkan bisa dimulai di rumah. Banyak keluarga tidak damai, tidak memiliki keharmonisan, karena ada pengaruh lain di sekitar mereka, di dunia ini, atau di Alam Semesta, atau dari bintang-bintang di atas. Jadi, untuk mencapai perdamaian, manusia harus hidup sebagai makhluk yang damai. Maka mereka akan menghasilkan energi damai. Jika setiap orang, setiap keluarga, bersama-sama menghasilkan energi damai, maka dunia ini akan menjadi damai dengan sendirinya, dan kita akan memiliki perdamaian dunia.Perdamaian tidak datang hanya dengan berdoa, tetapi dengan mengetahui penyebabnya, seperti kita harus menjadi vegan untuk menghindari karma pembunuhan. Jika kalian membunuh secara langsung atau tidak langsung, kalian akan menerima karma pembunuhan secara langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat. Untuk berkontribusi pada perdamaian, kita sendiri harus memiliki kehidupan yang damai. Nah, jika tidak, kita akan menarik para makhluk lain yang suka membuat perang, dan mereka telah menghasut semua orang untuk membuat perang di dalam persahabatan, di dalam keluarga, di dalam negara, dan antara banyak negara. Jadi, ini tidak hanya bergantung kepada para pemimpin dunia untuk berunding, tetapi Tim Surgawi dan saya harus melakukan banyak hal lain, menggunakan Kuasa Kami sebisa mungkin. Dan Kami harus berunding, atau Kami bahkan harus melenyapkan beberapa entitas yang sangat tidak damai.Perang itu sendiri, tidak hanya dimulai di tempat asalnya. Ia memiliki akar yang lebih dalam. Jadi, untuk mencapai perdamaian… Perdamaian, Tuhan telah memberikannya kepada kita. Hanya saja, banyak rintangan masih di sana, karena kita manusia telah menciptakan karma buruk yang menghalangi perdamaian untuk mekar, stabil, dan bertahan lama. Karena kita telah menciptakan karma yang berlawanan dengan perdamaian, karma pembunuhan. Jadi, Tim Surgawi dan saya harus bekerja lebih keras daripada hanya mengandalkan para pemimpin dunia untuk berbicara dalam bahasa duniawi.Kami bahkan harus menyingkirkan banyak dewa, banyak raja dari berbagai tatanan yang bertindak bertentangan dengan kebajikan, perdamaian, welas asih, dan persahabatan antara manusia, dan antara manusia dan kerajaan hewan, antara manusia dan banyak entitas lain, dan banyak kerajaan lain, bahkan kerajaan sayuran. Banyak buah, banyak sayuran, banyak pohon, tidak boleh kita tebang, tidak boleh kita makan, misalnya seperti itu. Jadi, perlahan-lahan, beberapa, setidaknya empat raja yang tidak damai sudah diasingkan, dilengserkan dan diasingkan karena perilaku mereka yang temperamental, atau temperamen mereka. Jadi mereka harus pergi ke suatu tempat yang lebih cocok bagi mereka untuk mengetahui penderitaan akibat perang, misalnya.Akan lebih mudah jika manusia dapat berbicara bersama dan saling memahami melalui bahasa manusia, serta sepakat dan menandatangani, “Oke, besok, atau sekarang, kita berdamai. Dan mulai sekarang, tidak ada lagi perang.” Seperti pemerintah Jepang, perdana menteri Jepang berkata, “Kami tidak akan pernah menginginkan perang lagi. Kami tak akan pernah menginginkan peristiwa mengerikan seperti Hiroshima lagi. Kami tak akan pernah membuat itu lagi. Kami tak akan pernah melakukan apa pun yang membuat itu terjadi lagi.” Sesuatu seperti itu.Lebih mudah bagi manusia untuk melakukannya sendiri. Jika tidak, Surga harus bekerja lebih keras. Lebih sulit untuk bekerja di alam batin, karena kuasa sejati, kuasa sejati dari berbagai entitas yang terlibat dalam aktivitas dan tujuan yang tidak damai. Sekalipun di dunia ini kita telah memproduksi bom atom, misalnya, bom-bom atom tersebut dapat dihancurkan. Jika itu yang kalian inginkan, kalian memiliki kuasa untuk menghancurkannya, dan kita tidak akan lagi mengalami perang nuklir atau senjata lainnya. Kita bisa menghancurkannya. Namun, kekuatan entitas-entitas di Alam Semesta, yang bahkan berdiam di dunia ini, ada di sana, tanpa bisa dilihat oleh manusia. Karena manusia tidak mampu melihat banyak hal atau mendengar banyak hal. Dalam hal ini, insan-hewan jauh lebih baik daripada kita. Mereka dapat berkomunikasi tanpa bahasa verbal. Mereka dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat manusia. Mereka dapat mendengar hal-hal yang tidak dapat didengar manusia. Mereka dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan manusia, meski kita adalah anak-anak Tuhan.Kita memiliki kekuatan luar biasa di dalam diri kita, tetapi kita tak tahu cara menggunakannya. Sejak kecil, kita sudah diajari apa saja, kecuali bagaimana cara membuka kembali kekuatan ini untuk menggunakannya. Bahkan di dunia ini – kita turun ke dunia ini, dan kita kehilangan banyak kemampuan, termasuk telepati, kekuatan penyembuhan, kekuatan kewaskitaan, dan kekuatan pendengaran gaib; segala macam hal yang telah hilang dari kita. Jadi, kita meraba-raba di dunia ini, sangat menderita, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya 1% yang kaya, karena, menurut Buddhisme dan semua penjelasan dalam berbagai agama, kita tahu bahwa orang-orang ini kaya karena mereka telah melakukan hal-hal baik di kehidupan lampau mereka. Tapi hanya 1%, menurut laporan, dan 99% miskin. Banyak dari mereka sangat menderita karena kekurangan makanan, kekurangan tempat tinggal, kekurangan perawatan medis, kekurangan banyak hal, dan bekerja sangat keras hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.Kita benar-benar makhluk yang malang, padahal kita memiliki kekuatan di dalam diri. Kita kaya di dalam. Kita bisa mendapatkan apa pun yang kita mau, seolah kita berada di Surga. Namun tidak, kita telah dibuat terlalu sibuk, terlalu lemah, berjuang keras untuk bertahan hidup sehingga kita tidak lagi memiliki kekuatan, tak ada energi yang tersisa untuk bahkan memikirkan Surga, atau bahkan berdoa saat dibutuhkan. Dan bahkan jika kita berdoa dan Surga memberi tahu kita apa yang harus dilakukan, kita tak mendengar apa-apa. Jadi kita tidak bisa mengubah situasi kita yang kekurangan, situasi yang lemah, situasi yang tak berdaya. Selain itu, kita semakin menambah karma buruk dengan menambahkan karma mengerikan, seperti karma pembunuhan, ke dalam hidup kita, ke dalam tumpukan karma kita yang sudah berat. Lalu bagaimana kita bisa menyalahkan perang, menyalahkan apa pun yang terjadi, peristiwa nahas yang terjadi dalam hidup kita?Ketika kita berada di semacam zona perang, tanpa kita sadari, dengan membunuh, memakan insan-hewan, atau membunuh bayi-bayi atau hal-hal semacam itu, kita menghancurkan hutan dan semua itu, kita menambahkan karma buruk ke dalam hidup kita. Dan semakin banyak kita memakan insan-hewan, semakin banyak karma pembunuhan yang harus kita hadapi. Kita tidak tahu. Kita pikir bahwa wajar saja jika kita jatuh sakit. Namun dewasa ini, banyak dokter telah membuktikan kepada kita bahwa mengonsumsi insan-hewan sangat merugikan kesehatan kita – membuat kita sakit, lemah, berumur pendek, dan segala macam hal seperti itu. Itu sudah terbukti secara ilmiah. Dan dewasa ini, kita bisa mendapatkan segala macam komunikasi dan segala macam informasi di internet, jadi kita bisa mengetahuinya. Namun tetap saja, kita tahu, tapi kita tidak bertindak. Lalu kita menderita dan merasakan sakit, lalu menyalahkan Surga dan Bumi atau segala macam hal. Dan kitabertanya kepada Tuhan mengapa Dia membiarkan perang terjadi. Tidak, Tuhan tidak membiarkan perang terjadi. Tuhan tidak membiarkan kemiskinan terjadi. Kitalah yang menciptakan semua itu. Dan karena kita tidak mengingat karma masa lalu kita, perbuatan masa lalu kita, maka kita bahkan menyalahkan Surga dan Bumi karena tidak membantu kita. Semua ini kita ciptakan sendiri. Namun demikian, Surga juga berusaha membantu agar keadaan tidak terlalu buruk. Tapi kita tidak pernah tahu, jadi kita bahkan tidak bersyukur kepada Surga atau Bumi. Kita hanya terus menyalahkan, mengeluh.Bahkan, misalnya, air hujan, turun ke Bumi untuk memberi kita air untuk diminum. Air hujan itu baik, murni, tetapi bahkan kekurangan… kalian kehilangan berkah dari Bumi. Bayangkan itu? Jadi, hujan baik untuk banyak hal, tetapi tidak memiliki berkah penuh dari Bumi, seperti jika kalian mengambilnya dari danau, atau dari sumur yang digali dari tanah, atau dari sungai, atau bahkan dari air laut yang didesalinasi. Seluruh Alam Semesta harus bekerja sama agar dapat memberi kita segala sesuatu yang kita gunakan setiap hari. Semua sayuran, semua buah-buahan, semuanya sangat, secara ajaib, penuh kekuatan. Tapi kita menganggap semua itu hal biasa. Kita bahkan tidak bersyukur kepada mereka. Kita hanya menghancurkan hal-hal yang bisa membantu menumbuhkan lebih banyak sayuran dan buah-buahan untuk seluruh dunia, sehingga tidak seorang pun harus kelaparan.Namun sering kali, kita mendapat berkah yang melimpah, misalnya, kentang lebih banyak daripada yang kita harapkan, sayuran lebih banyak, buah-buahan lebih banyak daripada yang telah kita usahakan. Tapi kita membuangnya begitu saja. Kita bahkan tidak memberikannya kepada tetangga atau orang-orang yang membutuhkan. Saya bahkan tak menyalahkan kalian. Saya tak bermaksud menyalahkan kalian, tapi memang begitulah adanya dan karena alasan ekonomi. Dan juga, karena orang-orang miskin ini, orang-orang yang membutuhkan – karma mereka juga membuat mereka menderita seperti itu. Jadi sebenarnya, apa pun yang kita lakukan, kita akan menuai karma buruk atau karma baik.Dan, tentu saja, Surga dapat membantu kita. Tapi kita bahkan tidak tahu bagaimana cara terhubung ke Surga. Dan Surga ingin terkoneksi dengan kalian, tetapi kalian juga tidak dapat menerima koneksi ini, Berkah ini, dan petunjuk dari Surga agar kita bisa keluar dari kemiskinan atau situasi kita yang sulit dan membutuhkan bantuan itu. Sama halnya dengan perang. Hati saya sendiri merasa hancur, sangat sedih melihat orang-orang menderita dalam perang, dan melihat para insan-hewan juga menderita. Namun begitulah adanya… dunia ini, seperti itu. Dan orang-orang tidak bangun, tidak membaik, tidak memperbaikinya. Seperti jika pipa air kalian rusak, kalian harus memperbaikinya. Jika kalian melihat bahwa perang itu buruk bagi seluruh dunia, tidak hanya bagi negara yang terlibat, maka kalian harus berusaha memperbaikinya. Kalian harus menyelidiki penyebab sebenarnya dari hal itu.Photo Caption: “Manusia Bisa Menciptakan Kembali Firdaus di Bumi Melalui Kebajikan”











