Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Perbedaan Antara Agama Buddha dan Kristen, Bagian 14 dari 15: Tanya Jawab

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai berbagai wawasan-Nya tentang penyembuhan spiritual, menjelaskan apa itu pencerahan, dan membahas apa yang terjadi setelah kita menerima inisiasi.

(Dalam aturan persiapan inisiasi, Anda mengatakan bahwa kekuatan spiritual tidak boleh digunakan untuk menyembuhkan orang lain.) Ya. (Saya adalah praktisi penyembuhan Reiki, yaitu seni penyembuhan.) Jika saya menerima inisiasi, apakah saya masih dapat mempraktikkan seni penyembuhan Reiki dengan aman tanpa efek inisiasi yang menyebabkan saya menanggung hutang karma krn mempraktikkan seni penyembuhan Reiki?)

Penyembuhan Reiki – Anda menggunakan tangan (Ya.) dan memancarkan cahaya? (Ya, energi langsung ke tangan dan juga ke pikiran melalui jarak jauh.)

Ya, saya memahami proses ini. Jadi, menjadi seorang penyembuh berbeda dengan menjadi penyelamat dunia. Jalan yang berbeda. Jadi, jika kamu ingin menjadi penyembuh, lebih baik kamu tetap di tempatmu sekarang. Jika Anda ingin menjadi seorang Buddha atau Kristus, bukan hanya untuk menyembuhkan penyakit orang, tetapi untuk menyembuhkan jiwa, maka ikuti saya. Ini jalan yang sama sekali berbeda.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menjadi dokter, maka Anda tidak perlu repot-repot dengan pekerjaan perawat dan tidak harus melakukan semua pekerjaan perawat setiap hari dan membantu mereka hanya karena mereka juga membantu pasien, hanya karena mereka juga melakukan pekerjaan yang penuh kasih sayang. Anda berkata, “Oh! Perawatnya sgt sibuk, dan juga bantu para pasien. Kini aku harus membantu mereka!” Tidak, kamu harus melanjutkan studi sampai mendapatkan gelar doktor, dan kamu menjadi seorang dokter. Seorang perawat tetaplah seorang perawat; Dokter tetaplah dokter.

(Jadi, berlatih penyembuhan Reiki, jadinya tidak pantas?) Apakah itu garis tipis yang coba saya pahami di sini?) Hal itu tidak membantu kemajuan Anda untuk menjadi seperti Kristus, dan itu bukan untuk pembebasan. Kamu hanya sembuhkan penyakit orang. Aku sembuhkan tanpa sentuh siapa pun. Saya tak perlu melakukan apa pun. Aku tak perlu datang ke orang itu untuk sembuh, dan itulah penyembuhan yang lebih besar. Apakah kamu bisa memahami? (Saya tidak yakin saya mengerti maksud Anda.) Saya tidak yakin saya mengerti...) Oh! Ya, ya, saya mengerti. Nah, penyembuhan Anda adalah pekerjaan sangat penuh welas kasih.

Penyembuhan Reiki juga didorong oleh kasih terhadap penderitaan umat manusia. Saya mengerti. Tapi jalan kita lebih tinggi dari itu. Anda sembuhkan tanpa benar-benar sembuhkan. Anda sembuhkan tanpa tangan, tanpa kaki, tanpa mata, bahkan tanpa melihat pasien, bahkan tanpa mengenal pasien, bahkan tanpa pasien pernah mengenal Anda. Itulah penyembuhan terbaik, yang tertinggi. Jadi sebenarnya, ketika Anda ikuti saya, Anda juga ikuti jalan penyembuhan, tetapi tidak perlu melakukan trik-trik kecil ini. Kita harus mengumpulkan kekuatan kita hingga maksimal, dan lalu, kita akan sembuh dari apa pun. (Terima kasih.) Baiklah?

Bukan berarti saya tak memiliki rasa belas kasihan pada umat manusia. Yang ingin saya katakan adalah kita hrs terlebih dahulu mengumpulkan kekuatan kita hingga maksimal, dan lalu kita dapat menyembuhkan siapa pun tanpa harus menyentuh mereka, tanpa harus berada di dekat mereka, bahkan tanpa kenal pasien tersebut. (Terima kasih.) Sebagian orang sembuh hanya dengan mengulang Nama Guru, Guru yang Hidup, bahkan tanpa pernah melihat Guru sama sekali. Belum pernah dengar tentang Guru itu sebelumnya, belum pernah melihat Guru itu. hanya mendengar Nama-Nya dan beriman kepada Guru itu, dan sembuh dari penyakit yg tidak dapat disembuhkan. Itulah jenis penyembuhan tertinggi. Kita harus mengumpulkan kekuatan ini hingga mencapai puncaknya, lalu menjadi seorang penyembuh. Sang penyembuh jiwa dan raga.

(Saya minta maaf. Dari apa yang dapat saya pahami, saya mencoba berpikira apa yang jadi kekuatiran pria ini. Menurutku, Dia berada di titik pengambilan keputusan, dan krn penyembuhan ini mungkin jadi pekerjaannya, dan…) Tidak, tidak. (…sepertinya…) Tak, mrk tak lakukan itu demi uang. (Oh, oke.) Setahu saya, mereka tidak melakukan itu demi uang, kan? (Kami menerima donasi.) Oh, tapi itu… Ya, itu bukan [menghasilkan] uang; itu bukan mata pencaharian, kan? (Bukan, itu bukan pekerjaan.) Benar sekali, benar sekali. Kebanyakan mereka melakukan pekerjaan semacam ini untuk amal. Jika orang sumbang, tak apa-apa. Jika mereka tidak sumbang, berarti mereka tidak peduli. Sumbangan baik itu bermanfaat hanya bagi pasien, kan? Jadi tak ada maksud mencari nafkah. (Terima kasih. Ya, itulah pertanyaan saya.)

Baik. Ada lagi? Ini dia, ini dia, ini dia. Pria dengan tongkat itu. Kita berdua sama saja, kan? Saya juga punya tongkat. Datang.

(Kini, aku sepertinya berpikir bahwa TUHAN menemukan Anda, atau aku atau kita semua, jika kita mau. Bisakah Anda memiliki… mungkin tak terlalu banyak Guru, tapi terlalu banyak paparan… atau tidak?) Untuk apa? (Maksudmu muncul di mana-mana, berada di mana-mana?) (Mungkin ini [terlalu] membebani diri sendiri.) Namun, bergegas menuju ke semua Orang Suci, semua Wakil TUHAN – apakah itu hal yang buruk? Saya tidak mengerti. Apakah Anda mengerti? Tolong jelaskan kepada saya apa maksudnya. Apakah Anda telah tercerahkan? Apa maksudmu? Tolong buat… Benarkah begitu? (Seberapa banyak terlalu banyak itu?) Nah, ketika Anda merasa telah temukan jawabannya dengan satu Guru dan memuaskan jiwa Anda, Anda harus berhenti dan bermeditasi, dan menjadi tenang serta menemukan Guru Anda sendiri di dalam diri, bukan di luar. (Dan mungkin setelah itu aku akan sedikit lebih jernih pikirannya.) Aku enggan utk sadar sepenuhnya, tapi mungkin akan...) Beritahu saya.

(Suatu kali ketika saya sedang diperlihatkan TUHAN, di daerah ini ada semua orang suci, dan mereka terbiasa dengan cahaya, dan mereka menyukai cahaya.) Itu terlalu berat bagi saya.) Anda telah diperlihatkan Cahaya (Surgawi batin) dari TUHAN di dalam batin? Bukan cahaya fisik? Dan itu terlalu berat bagimu? Dalam artian apa? (Aku tak ingin kehilangan kendali.) Nah, kamu harus lakukan perlahan. Ini bukan kehilangan kendali. Anda berkembang. (Pertanyaannya mungkin…) Tidak, itu bukan pertanyaan. Itu adalah rasa takut.) Oh, mungkin Anda takut kehilangan ego "aku," tapi Anda justru dapatkan lebih banyak keuntungan dari itu. Anda lihat, dalam Alkitab tertulis, "Barangsiapa kehilangan segalanya, ia akan memperoleh segalanya."

Jadi, karena kebiasaan kita yang melekat pada dunia ini dan harta benda di dunia ini, kita takut jika kita kehilangan segalanya di dunia ini atau kehilangan kendali atas dunia ini, lalu apa yang akan kita dapatkan? Ini hanyalah rasa takut kehilangan harta benda dan kehilangan kontak dengan dunia ini. Namun, kau akan kembali ke dunia ini juga. Setelah itu, kamu akan kembali. Jadi, tidak perlu takut. Sulit untuk mendekati TUHAN. Mudah untuk masuk ke duniawi. Jadi, tidak perlu takut. Ada lagi?

(Itu terlintas dalam pikiranku saat itu, ketika saya mengerem, bahwa di India, di Cina, dan di budaya-budaya lain, Anda bisa berjalan-jalan dan mengenal TUHAN tanpa harus dirawat di rumah sakit jiwa.) Siapa? Kamu? (Seperti sini. Tak, saya hanya katakan.) Banyak orang berkeliaran, mereka bilang mereka mengenal TUHAN, lalu orang-orang memasukkan mereka ke rumah sakit? Apakah kamu mengerti apa yang dia katakan? (Bahwa mereka tidak dianggap gila seperti di negara ini, mereka akan menganggap seseorang yang begitu religius (Ya.)) bahwa mereka memang tak normal.) Ya, itu juga yang saya pahami. Tetapi kamu tidak boleh berkeliling dan menyatakan kepada orang-orang bahwa, “Lihat, aku kenal TUHAN. Aku telah tercerahkan.” Tidak, tidak perlu melakukan itu. Paham? Dan juga, orang-orang yang mengenal TUHAN kebanyakan adalah orang-orang biasa. Tidak ada yang abnormal tentang mereka. Namun terkadang orang menjadi gila karena mempraktikkan beberapa metode yang tidak mereka ketahui atau tanpa Guru yang kompeten, itu juga bisa terjadi. Apa yang kita sebut “dirasuki” dalam bahasa Mandarin. Terkena kekuatan negatif.

Kasus-kasus seperti ini juga terjadi. Namun, kebanyakan orang yang tercerahkan sangatlah normal. Namun, ini juga sangat berbahaya. Ya, benar sekali. Itulah mengapa menjadi seorang Guru sangat berbahaya, karena Anda tidak bisa menyembunyikan diri dari publik. Kewajibanmu adalah mengumumkannya kepada publik, dan tidak peduli seberapa malu kamu, kamu harus memberi tahu mereka siapa dirimu. Dan itu sungguh bertentangan dng kerendahan hati Mereka, dan juga sifat tenang Mereka sendiri, serta membuat Mereka sangat lelah secara fisik dan mental dan menerima segala macam siksaan dan ketidaknyamanan mental dan fisik karena karma orang-orang yang datang kepada Mereka untuk meminta pertolongan. Selain itu, Mereka juga menerima banyak kritik dan ketidakpercayaan dari orang lain. Maka, (Tuhan) Yesus disalibkan, Sang Buddha hampir terbunuh, dan banyak Guru lainnya juga terbunuh. Karena Mereka berani menyatakan di depan umum bahwa Mereka telah mencapai pencerahan, bahwa Mereka adalah Para Guru. Tentu saja, itu sangat berbahaya. Namun bagi kebanyakan orang, jika mereka tidak memiliki misi dari Tuhan untuk menyatakannya, maka cukup berlatih dengan tenang dan hening di rumah. Jangan biarkan orang lain tahu siapa dirimu sebenarnya. Maka, Anda takkan terkena bahaya. Oke? Ya?

(Guru, saya punya dua pertanyaan.) Yang pertama adalah apa yang baru saja Anda jelaskan tentang pertanyaan saya mengenai Surga, dunia indah yang Anda sebutkan. Anda mengatakan bahwa seseorang yang belum tercerahkan tidak dapat benar-benar memahami apa itu Surga, tetapi dia akan mengetahuinya setelah tercerahkan, dan mengetahui apa itu Surga. Karena Anda katakan bahwa Anda bisa tunjukkan itu kepada kami, jadi sepertinya Anda bisa perlihatkan ke kami. Bisakah Anda perlihatkan kepada kami?) Besok. Besok. (Besok?) Kamu datang untuk inisiasi dan aku akan menunjukkannya padamu. (Ke mana aku harus pergi?) Kamu pergi ke sana dan tanyakan mereka. (Besok.) Saya juga tidak tahu di mana. (Oh.) (Anda bisa menampilkannya besok.) Benarkah begitu?)

Bukan menampilkan. Saat kamu datang untuk inisiasi, kamu sungguh hrs melihatnya. (Oh.) Kamu sungguh ingin kembali ke Surga. Aku tidak hanya membiarkanmu melihat lalu kamu pulang. Bukan seperti itu. (Ya.) Saya tak menjualnya dengan murah. Ini untuk orang-orang yang tulus. (Datanglah dengan tulus.) Itu berarti kamu tulus ingin kembali ke Surga nanti. Ini bukan sekadar melihat-lihat hari ini lalu pergi besok. Tak seperti itu. Bukan coba-coba. Jika kamu benar-benar menginginkan, maka besok selama inisiasi kamu akan bisa mengetahui sedikit, bukan semuanya. Tidak mungkin mengetahui semuanya secepat itu. Kamu tidak akan mampu menahan Cahaya Surgawi yang begitu kuat. Kamu hrs dapatkan perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit setiap hari. (Perlahan menjadi tercerahkan.) Ya. (Menjadi tercerahkan pelan-pelan.) Anda akan sepenuhnya tercerahkan setelahnya. Besok kamu akan sedikit tercerahkan.

(Bukankah ada pepatah: "Menjadi Buddha seketika?") Bisakah kita, dengan sangat cepat dan seketika, memasuki keadaan pencerahan? Segera… lihatlah. Sebagian orang, ya, tetapi tidak semua orang. Itu tergantung pada level Anda di kehidupan sebelumnya. (Apakah itu bergantung pada seberapa tulus seseorang?) Ya, itu juga terkait. Tapi, beberapa orang telah berlatih rohani kehidupan demi kehidupan. Mereka bisa mencapai Kebuddhaan hanya dengan sekali pandang. (Lalu, masih belum bisa…) Namun, prosesnya tak semudah itu. Bahkan Buddha Shakyamuni membutuhkan waktu enam tahun.

(Pertanyaan kedua saya adalah…) Bagaimana cara menangani hubungan antara keduanya? (Seseorang ingin mendapatkan pencerahan dan juga terlibat dalam penelitiannya sendiri, atau pekerjaannya sendiri?) Ya. (Apakah pencerahan bertentangan dengan membaca buku dan melakukan penelitian?) Haruskah kita fokuskan pikiran pada pencerahan, atau mungkin... Bagaimana cara tangani kedua aspek ini dalam kehidupan sehari-hari? Selain pencerahan, Anda tetap harus melakukan riset. (Sebagai contoh, ketika Anda mencapai pencerahan, artinya…) Anda tetap bisa melakukan pekerjaan Anda setelah itu. Bukan berarti setelah pencerahan, Anda meninggalkan pekerjaan, hubungan pernikahan, dan putra Anda. Tidak. Anda harus capai pencerahan dan juga melakukan pekerjaan Anda. Dua dunia yang berbeda. Pencerahan ada di dalam diri; Pekerjaanmu ada di luar ruangan, menggunakan tanganmu. (Ini agak abstrak.) Sebagai contoh, lebih spesifiknya, yang saya maksud adalah, setelah pencerahan, apakah itu berarti di malam hari kita tidak boleh memikirkan apa pun? Apakah itu berarti kita akan lupakan hal-hal yang biasanya kita lihat, tentang buku-buku yang telah kita baca, dan lalu kita memasuki…) Tidak. Kamu pasti bercanda.

Jika aku sudah lupakan segalanya, bagaimana cara aku ke sini? Bgmn cara aku bicara Mandarin dng Anda? Saya juga akan lupa Mandarin. Tidak. Anda akan tetap normal. Anda akan menjadi lebih pintar dan lebih baik dari sebelumnya. Anda akan bekerja lebih keras lagi dan hasilnya akan lebih bermanfaat. Itu saja. Oke? (Lebih bahagia.) Lebih bahagia. Ya.

(Pencerahan adalah…) Barusan saya membaca buku Anda yang menyatakan bahwa seseorang harus menjadi vegan. Lalu, pertanyaan lainnya adalah…) Menjadi vegan berarti menghindari menambah beban karma yang sudah ada, dan menumbuhkan rasa welas asih kita. (Yang pada dasarnya tentang kebajikan.) Ya! Menjadi vegan bukan berarti Anda akan tercerahkan. Tidak. (Oke. Terima kasih.) Apa lagi? Dia tidak menertawaimu. Dia menertawakan jawaban saya. (Ya, ya, ya. Saya memang…) Jangan malu. Lanjutkan pertanyaan Anda.

(Hanya saja, saya memang …) Anda bertanya dengan tulus. Mereka tidak menertawaimu. Lanjutkan pertanyaan Anda. (Ya. Yang saya maksud adalah… “Pencerahan” ini, konsep ini, istilah ini, agak abstrak bagi kita. Menurutku, pencerahan adalah percaya pada Buddha atau… tak mempercayai… ajaran sesat lain. Pencerahan berarti keyakinan, keyakinan yang teguh dan sepenuh hati. Bagaimana cara memasuki jalan menuju pencerahan? Saya masih belum begitu paham.) Ya, TUHAN. Jam lima? Aku tidak percaya. Saya berbicara selama lima jam. Oh, tidak!

Untuk mencapai pencerahan, seseorang harus mempelajari Ajaran Buddha dan memahami Kebijaksanaan Buddha, daripada hanya mengandalkan kepercayaan semata. Karena “percaya kepada Buddha tanpa memahami Buddha, sama dengan menjelekkan Buddha,” apakah kamu mengerti? (Oh.) Anda harus mencapai pencerahan untuk dapat memahami Kebijaksanaan Buddha. Hanya dengan cara itulah Anda benar-benar menyembah Buddha. Jika tidak, Anda harus mengatakannya dengan jelas. Pencerahan. (Untuk menghindari takhayul.)

(Pria itu, saya yakin dia seorang peneliti, dan pertanyaannya adalah tentang pencerahan instan, dan dia bingung tentang hal ini.) Dan dia mencampurkan pencerahan dengan kepercayaan agama, dan itulah sebabnya Guru menjawab pertanyaan itu kepadanya.) Saya juga lupa apa jawaban saya. Dia berkata, jika pencerahan berarti Anda pulang ke rumah, lalu di malam hari, Anda mungkin melupakan segalanya dan tidak dapat berfungsi di dunia. Dia khawatir mungkin itu terlalu tidak normal. Saya berkata, “Tidak, tidak, kamu masih berfungsi.”

Anda berfungsi bahkan lebih baik dari sebelumnya. Jika Anda masih suka membaca buku dan melakukan riset tentang buku dan pengetahuan dunia – Anda tetap harus melakukan ini. Kamu masih bisa melakukannya. Dan jika itu baik untuk pekerjaan Anda, Anda harus melakukannya. Sama seperti jika Anda seorang dokter, Anda harus selalu membaca buku-buku kedokteran terkini, bukan hanya buku-buku kedokteran zaman dahulu, agar pengetahuan Anda meningkat dan Anda lebih kompeten dalam pekerjaan Anda. Itu yang harus kamu lakukan. Hal itu tidak mengganggu pencerahan Anda. Pencerahan ada di dalam diri. Bekerja, melayani dunia ada di luar sana. Namun, ketika batin tercerahkan, lahiriah pun ikut tercerahkan. Anda melakukan pekerjaan Anda dengan lebih efisien, lebih aktif, dan lebih bahagia. Itu saja. Itu tidak berarti kamu melupakan segalanya. Dan saya mengatakan kepadanya, saya tidak melupakan apa pun. Jika saya mencapai pencerahan dan kemudian lupa, bagaimana saya bisa berbicara dengan Anda dalam bahasa Mandarin? Saya masih ingat bahasa Mandarin. Itulah yang kukatakan padanya. Benarkah begitu? (Ya.) Ya.

Photo Caption: “Makhluk Liar Itu Langka dan Berani!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (14/15)
1
Kata-kata Bijak
2026-06-08
3626 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-06-09
2993 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-06-10
2972 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-06-11
2775 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-06-12
2733 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-06-13
2800 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-06-15
2375 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-06-16
2282 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-06-17
2051 Tampilan
10
Kata-kata Bijak
2026-06-18
2061 Tampilan
11
Kata-kata Bijak
2026-06-19
1732 Tampilan
12
Kata-kata Bijak
2026-06-20
1672 Tampilan
13
Kata-kata Bijak
2026-06-22
1268 Tampilan
14
Kata-kata Bijak
2026-06-23
992 Tampilan
15
Kata-kata Bijak
2026-06-24
753 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-06-26
1597 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-26
211 Tampilan
Ringkas
2026-06-25
430 Tampilan
Hiburan yang Mencerahkan
2026-06-25
559 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-25
1009 Tampilan
36:08
Berita Patut Disimak
2026-06-24
317 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-24
753 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh