Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Percakapan Guru dengan Para Hantu Bengis Bagian 1 dari 2

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Hari ini tanggal 4 Juli – percakapan dengan para hantu bengis dan Raja dari para hantu bengis. Saya sedang berbincang-bincang dengan Orang Suci tingkat tinggi di Level Kelima. Dan para hantu bengis datang. Banyak dari mereka menggabungkan kekuatan untuk mencoba memalsukan Orang Suci itu. Lalu saya memperingatkan mereka, “Jika kalian memalsukan nama suci Orang Suci ini, kalian akan dibakar di neraka selamanya, menderita tanpa akhir, atau kalian akan dimusnahkan. Pilihlah. Tunjukkan jati dirimu. Apakah kamu Orang Suci yang sedang saya coba ajak bicara? Atau siapa kamu? Tunjukkan jati dirimu dalam transparansi seluruh Alam Semesta. Siapa kamu?” Lalu, pemimpin kelompok itu mengaku bahwa dia adalah hantu bengis. Ia adalah “laki-laki”.

Jadi, saya berkata kepadanya, “Setidaknya kalian jujur. Sekarang katakan kepada saya, apa yang kalian inginkan? Karena saya telah menciptakan alam eksistensi untuk kalian di mana kalian bisa tinggal dengan bahagia dan penuh kebahagiaan selamanya bersama raja dan rakyat kalian. Mengapa kalian tak pergi ke sana? Mengapa kalian masih berkeliaran di planet yang tidak pasti dan penuh masalah ini, dalam gaya hidup yang mengancam di dunia yang – saya tidak tahu bagaimana kalian menyebut dunia ini – begitu kacau, begitu bermasalah, dengan mentalitas yang begitu tidak memuaskan, dan bertengkar sepanjang waktu.” Jadi, pemimpin bengis itu bilang bahwa mereka tak ingin berada di sana. Mereka ingin berada di sini di Bumi.

Saya berkata, “Tapi apa yang ingin kamu lakukan di Bumi?” Dia berkata bahwa dia sendiri ingin memimpin jiwa-jiwa. Saya berkata, “Untuk apa kamu ingin memimpin mereka? Ke mana kamu ingin membawa mereka? Caramu memimpin mereka, kamu membuat mereka saling membunuh. Kamu mengajari mereka cara yang salah sehingga mereka bahkan membunuh anak-anak, bayi-bayi mereka sendiri, bayi tak bersalah. Dan mereka saling merampok. Mereka saling berperang. Dan berencana untuk mencuri, merampok uang hasil jerih payah yang ditabung bahkan dari lansia, serta membuat anak-anak melakukan hal-hal yang salah, berpikir dengan cara yang salah, dan bahkan bunuh diri karena semua itu. Karena mereka tidak memiliki rasa aman, dengan caramu memimpin mereka. Mereka telah dibujuk ke dalam cara hidup yang salah, dan mereka bahkan bunuh diri karena semua itu. Jadi, apakah menurutmu caramu memimpin orang-orang di sini, caramu memimpin jiwa-jiwa di planet ini, itu baik? Kamu pikir itu baik?” Lalu mereka berkata, “Tidak.”

“Saya sangat senang kalian benar-benar memahaminya dan menyadarinya, karena cara kalian membimbing jiwa-jiwa, jika mereka melakukan segala hal yang salah, saling membunuh, bahkan membunuh insan-hewan, dan saling merampok, saling melecehkan, segala macam hal gelap, hal buruk yang menimpa diri mereka sendiri dan orang lain, maka jiwa-jiwa itu akan terus berada di jalan yang salah dalam kegelapan, kemudian mereka akan terkutuk selamanya di neraka. Ke sanalah kalian membawa mereka. Dan mungkin beberapa jiwa itu adalah kerabat dan teman kalian. Jadi cepat atau lambat, kalian tidak akan memiliki jiwa lagi untuk diarahkan. Jadi, apa pendapat kalian tentang ini sekarang? Katakan.” Lalu mereka berkata – ini adalah kata-kata mereka, bukan kata-kata saya, “Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja…”

Oh, sebelum itu, saya juga berkata, “Oke. Sekarang kalian tahu itu salah. Kalian ingin apa sekarang?” Lalu mereka berkata kepada saya, “Raja dari Para Raja dari Para Raja, mohon maafkan kami. Mohon maafkan kami. Mohon maafkan kami.” Saya berkata, “Ya, tetapi biarkan saya meminta izin kepada TUHAN Yang Mahakuasa untuk mengetahui apakah saya diizinkan melakukan sesuatu untuk kalian. Saya akan bertanya kepada semua Para Suci, Para Bijak, dan Orang Suci yang nama serta kemuliaannya kalian palsukan, apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan atau tidak.” Saya meminta mereka untuk bersujud di hadapan Orang Suci itu guna memohon pengampunan. Saya meminta mereka untuk bersujud, menyembah TUHAN, dan memohon pengampunan. Lalu saya bertanya kepada TUHAN Yang Mahakuasa apakah saya bahkan bisa membantu membawa mereka ke alam yang telah saya ciptakan untuk mereka melalui Rahmat yang melimpah dari Yang Mahakuasa. Maka TUHAN mengizinkannya, dan Orang Suci itu juga mengampuni mereka.

Lalu saya berkata kepada mereka, “Ada satu syarat, wahai para hantu bengis. Raja kalian akan berusaha mengumpulkan seluruh kekuatan dan kuasa dari semua rakyat-Nya untuk membawa kalian ke alam yang telah saya ciptakan bagi kalian. Lalu kalian bisa berada di sana dengan bahagia, penuh sukacita bersama – tanpa kekhawatiran, semuanya bebas. Pembebasan, kebebasan adalah hadiah terbaik yang bisa kalian miliki, terutama jauh lebih baik daripada jalan salah yang akan membuat semua jiwa jatuh ke neraka. Saya memaafkan kalian, tapi dengan satu syarat bahwa kalian harus berusaha meyakinkan para hantu bengis lainnya untuk meninggalkan cara-cara jahat mereka, membiarkan manusia hidup damai, membiarkan semua makhluk hidup damai juga, barulah kalian bebas untuk pergi. Kalau tidak, dengan semua karma buruk yang telah kalian lakukan, tak seorang pun bisa memaafkan kalian, tetapi berkat TUHAN, Yang Maha Dermawan, Maha Baik Hati, dan Maha Pengasih, akan memaafkan kalian dan memberi kalian satu kesempatan, kesempatan terakhir. Apakah kalian menerima syarat ini?” Mereka semua berkata serempak: “Ya. Ya, Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja. Kami menerima syarat ini.”

“Baiklah, kalau begitu lakukanlah pekerjaan kalian dan biarkan saya tenang. Dan, ngomong-ngomong, bagaimana kalian bisa terus menyamar dan mencampuri urusan saya, misi saya?” “Yang Mulia, karma dunialah yang memungkinkan kami memiliki kekuatan untuk melakukan ini.” “Kalau begitu, itu semua salah. Kalian tahu itu. Semuanya salah. Bagi kalian yang masih memiliki jiwa, saya memaafkan kalian. Jangan pernah jatuh lagi. Saya tahu ini bukan sepenuhnya salah kalian, jadi saya akan maafkan kalian. Jika kalian semua mengikuti cara hidup yang benar yang telah ditetapkan TUHAN Yang Mahakuasa, maka dunia akan damai. Manusia tidak akan terpengaruh oleh kekuatan dan nasihat buruk kalian. Kemudian, saya juga akan mengampuni orang-orang kalian, kerabat kalian, teman-teman kalian, para hantu bengis, yang telah diseret ke neraka dan dihukum di sana.

Saya berjanji akan melakukannya. Tapi, kalian harus lakukan pekerjaan kalian terlebih dahulu, membersihkan perbuatan dosa kalian dan beri tahu yang lain untuk kembali ke jalan yang benar demi kehidupan yang penuh kepuasan, kebenaran, dan pencerahan yang selalu berlimpah. Biasanya, untuk jenis hal yang sedang kalian lakukan, yang telah kalian lakukan, dan yang akan kalian lakukan jika kalian tidak bertobat dan berbalik arah, kalian akan dihukum selamanya dengan api neraka, atau dimusnahkan selamanya, sehingga kalian tidak akan pernah ada lagi. Tetapi karena umat manusia, saya memaafkan kalian. Mengapa? Karena saya tidak ingin kalian berkeliaran di planet ini dan mengacaukan dunia ini, serta membuat manusia dan bahkan insan-hewan menderita akibat pengaruh buruk kalian. Jadi, kalian juga harus berterima kasih kepada manusia dan memohon maaf kepada mereka semua. Saya harap mereka semua mengampuni kalian karena dengan begitu lebih mudah bagi saya membawa kalian ke Kerajaan yang telah saya ciptakan untuk kalian.

Seandainya kalian telah pergi bersama Raja kalian saat terakhir kali saya memberi kalian kesempatan itu, beberapa tahun yang lalu, semuanya akan sangat mudah, sangat mudah karena saya juga telah menciptakan kendaraan untuk membawa kalian dengan bebas melintasi Tiga Alam, yang jika tidak, akan menghalangi kalian, sehingga kalian takkan pernah bisa membayangkan bisa keluar darinya. Namun demi manusia, insan-hewan, dan semua makhluk tak bersalah, saya telah melakukan semua itu. Namun, kalian tetap menolak untuk pergi. Oleh karena itu, kini kondisinya menjadi lebih sulit, bahkan bagi saya untuk mencoba mengatur kondisi bagi kalian, semacam fasilitas agar kalian bisa naik ke atas. Jadi, saya harap kalian menyadari semua ini dan menghargai keberuntungan luar biasa yang kalian dapatkan untuk kedua kalinya. Ini juga menghabiskan banyak energi saya; pahala saya sendiri, untuk menciptakan semua itu bagi kalian.

Photo Caption: “Bendera Sederhana untuk Menyatakan Pemujaan Tertinggi pada TUHAN!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (1/2)
1
Antara Guru dan Murid
2026-07-13
1755 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-07-14
1491 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-07-15
805 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-14
7307 Tampilan
36:00
Berita Patut Disimak
2026-07-14
273 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-14
494 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh