Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya

Tuhan Yesus (vegetarian) Menafsirkan Hukum: Dari Injil Kemanusiaan Kristus Kaum Eseni, Bagian 2 dari 2

2026-07-14
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Hari ini, mari kita lanjutkan dengan “Bait Suci Sejati: Tubuh Manusia adalah Tempat Roh ALLAH Bersemayam,” dari Injil Kemanusiaan Kristus Kaum Eseni.

Bati Suci Sejati: Tubuh Manusia adalah Tempat Roh ALLAH Bersemayam.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: 'Ada tertulis dalam kitab para nabi, rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa, untuk persembahan puji-pujian dan syukur. Namun kau tak kenal Persembahan Murni, dan kau juga tak ingin mengenalnya, sebab kamu anggap sebai rumah sembelih dan pertumpahan darah, rumah dipenuhi banyak kejahatan.’”

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, ada tertulis: ‘Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, nama-Ku akan dimuliakan di antara bangsa-bangsa, dan dupa dengan Persembahan Murni akan dipersembahkan kepada-Ku. Tapi kamu telah jadikan tempat yang sunyi dng persembahan daging dan darahmu dan gunakan dupa harum untuk menutupi bau busuknya. Ketahuilah, Aku tidak datang untuk menghapuskan hukum Taurat, tapi untuk menafsirkan dan menggenapi semua yg telah dikatakan tentangKu.

Tidakkah kalian tahu apa yg tertulis? “Ketaatan lebih baik daripada korban sembelihan, dan mendengarkan lebih baik daripada lemak domba jantan. Aku, Tuhan, telah muak dengan dengan korban bakaranmu dan berbagai persembahan yang sia-sia; tanganmu penuh dengan darah.”

Dan bukankah juga tertulis, “Apa itu korban? Bersihkanlah dan sucikanlah dirimu, dan singkirkanlah kejahatan dari hadapan-Ku, jangan berbuat jahat, belajar berbuat baik. Ya, tegakkan keadilan bagi anak yatim dan janda, dan semua yang tertindas. Sebab dengan berbuat demikian, kamu akan genapi hukum Taurat ... Para penyembah murni menyembah Roh Yang Kekal dalam kemurnian dan kebenaran...”

[…] Dan Yesus […], berkata lebih lanjut kepada mereka: ‘Aku bertanya kepadamu, bagaimana kamu mengajarkan hal-hal rohani ALLAH, jika kamu tidak memahami hal-hal jasmani? Sebab jika kamu tak berbelas kasih kepada makhluk-makhluk ALLAH yang kamu lihat dan sentuh, bagaimana kamu dapat memahami hal-hal rohani ALLAH yang tidak kamu lihat dan sentuh?’

Dan orang2 Farisi serta ahli Taurat memandang Yesus dengan penghinaan yang besar dan tetap diam.

Lalu Yesus berkata kpd para muridNya ‘Demikianlah halnya dengan jiwa setiap makhluk, walau tak terlihat oleh mata manusia, sebab ia tersembunyi di balik selubung daging dan darah. Tiap makhluk dasarnya bersifat dua, sebab tanpa bagian rohani, tidak mungkin ada manifestasi jasmani.

Oleh karena itu, Aku berkata kepadamu, tubuh hanyalah debu, tetapi jiwa berasal dari ALLAH. Maka janganlah takut kepada mereka yg jahat, yang dapat binasakan tubuh fisik tapi tak bisa bunuh jiwa rohani. Sebab anak-anak ALLAH kenal akarnya, karena ia berasal dari ALLAH dan ALLAH mengenalnya, sbg milik dari kawanan domba-Nya.

Ketahuilah juga, bahwa barangsiapa meremehkan yang paling kecil di antara jiwa-jiwa ALLAH ini, ia lakukan hal yang sama kepadaku; karena orang-orang munafik ini tak menghargai keajaiban kehidupan yang ada di dalam segala sesuatu. Ya, mereka mencari kematian dari segala sesuatu dan bersukacita di. dalamnya. Ketahuilah, mereka berasal dari ibu dari tujuh kejahatan, sebab di mana ada penderitaan dan pertumpahan darah, di situlah Iblis juga berada. […]

Carilah Hukum Suci serta kasih dan belas kasihan dari jalan-Ku, dan kamu akan temukan hidup kekal dan damai sejahtera. Jauhilah orang-orang jahat, yang memutarbalikkan dan menafsirkan secara sesat kitab-kitab suci untuk memuaskan nafsu dan kesenangan mereka. […]

Dan juga Yeremia telah memberikan kesaksian ketika Ia berkata, mengenai persembahan darah dan korban: “Akulah ALLAH yang Sejati. Tidak memerintahkan hal-hal ini pada hari ketika kalian keluar dari Mesir, tapi hanya ini kuperintahkan kepada kalian: Untuk melakukan kebenaran, berjalanlah di jalan-jalan kuno dari hukum-hukumKu, berlakulah adil, berbelas kasihan, dan berjalan rendah hati bersama ALLAH-mu. Namun kamu tak mendengarkan-Ku, Yang sejak semula berikan padamu segala macam benih, serta buah dari pepohonan dan benih yang telah disediakan sebagai makanan dan obat bagi manusia dan hewan.”’

Para ahli Taurat berkata kepada Yesus, ‘Engkau yg bicara menentang hukum! Dosamu besar!’

Dan Yesus, yang menyadari kekakuan hati mereka dan kekejaman jalan jahat mereka sebab mereka tak memiliki belas kasih maupun kebaikan berkata kepada mereka: ‘Tidak, aku tak menentang Musa, juga tidak menentang hukum kuno yang telah ada sejak dahulu; tetapi kepada mrk yang telah merusak hukum, Aku bersuara! Sebab karena kekakuan hati kalianlah, hukum itu dirusak.

Tetapi lihatlah, di sini ada yang lebih besar daripada Musa! Sebab Aku datang utk menuliskan hukum itu pada hati daging lembut, bukan pada loh batu, agar orang-orang yang lembut dapat hidup dan orang2 jahat dihukum. Sebab kamu berbicara sesuai dengan kejahatanmu dan kamu menghakimi Musa berdasarkan standar kejahatanmu. Ketahuilah bahwa Musa, hamba-Ku, berbicara benar tentang ALLAH Sejati, tetapi nenek moyangmu, yang jahat dalam perbuatannya, menyebut kebenaran sebagai kebohongan. dan kebohongan sebagai kebenaran. Dan kamu selalu mempercayai kebohongan itu, karena tidak ada kebenaran yang dapat ditemukan di dalam dirimu.

Hukummu dari pembuat kebohongan, dan keyakinanmu adalah ciptaan tuhanmu, yang tak kenal kebenaran, melainkan hanya kebohongan. Sebab kebenaran tak ada pada orang ini, yang memikirkan hal mustahil untuk menjadi seperti Roh Kekal, tetapi tidak berjuang demi terang, melainkan kegelapan. Ketahuilah maka, kalian adalah pekerja kegelapan, sebab tak ada terang dalam dirimu, sebab Terang ada di hadapanmu, namun engkau tak melihatnya. Jika kau tidak kenal Musa yang asli, kau tak kenal Musa yg lebih agung.’

Para tetua dan ahli Taurat pun marah mendengar perkataan Yesus, sebab mereka artikan bahwa Yesus menyebut mereka jahat dan keras kepala lalu mereka mengambil batu untuk melempari-Nya, tetapi Yesus melintas di tengah-tengah mereka, tersembunyi dari kekerasan mereka.”
Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (2/2)
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-07-15
805 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-14
7307 Tampilan
36:00
Berita Patut Disimak
2026-07-14
273 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-14
494 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh