Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

“Penanganan Mendesak Sungai Lava di Cincin Api Pasifik”

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
“Penanganan Mendesak Sungai Lava di Cincin Api Pasifik” kesaksian dari Quanxin di Taiwan (Formosa), seorang anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai (semua vegan) 10 Desember 2025 (Dalam Bahasa Mandarin)

Pada pukul 23.15 tanggal 8 Desember 2025, gempa bumi bermagnitudo 7,6 terjadi di Aomori, Jepang. Dua puluh enam jam kemudian, Guru dan aku segera pergi jauh ke bawah tanah menuju Cincin Api Pasifik. Pintu masuknya tampak seperti zona subduksi (titik tumbukan) antara dua lempeng tektonik raksasa. Semakin dalam kami masuk ke bawah tanah, lapisan batunya semakin merah dan panas. Akhirnya, kami mencapai lautan lava merah menyala yang luas! Kolom-kolom lava meletus ke atas dengan dahsyat satu demi satu, seperti lubang ventilasi yang melepaskan gas jauh di bawah Bumi. Aku hendak melemparkan es mistis ke dalamnya, ketika Guru memberiku instruksi: “Distribusi lavanya berbeda kali ini. Seluruh sabuk lava ini menyebar secara horizontal seperti sungai sepanjang puluhan ribu kilometer, jadi kita tidak dapat menggunakan metode penekanan. Jika kamu secara paksa memblokir lava di satu bagian, sungai-sungai lava di bagian lain tidak akan lagi mengalir dengan lancar. Karena tekanan tersebut, lava tersebut justru akan meletus dengan dahsyat ke arah permukaan. Oleh karena itu, kita perlu menanganinya dengan cara berbeda.” “Kamu hanya bisa mengebor lubang ke bawah sehingga memungkinkan lava mengalir dan menyebar lebih dalam di bawah tanah. Itulah satu-satunya cara untuk mencegahnya meletus ke permukaan.”

Mengikuti instruksi Guru, aku mengeluarkan Tongkat Jingu (tongkat sihir) yang telah diperbesar dan dengan paksa membuat lubang-lubang tak terhitung jumlahnya melalui lapisan-lapisan batuan. Lava kemudian merembes lebih dalam ke bawah tanah melalui lubang-lubang ini. Namun, di beberapa tempat, tekanannya terlalu besar, dan tampak seperti lava akan meletus ke permukaan. Dengan tergesa-gesa, aku hentakkan sepatu bot Ilahi-ku yang tahan panas dengan keras ke tanah, menciptakan sebuah gua bawah tanah yang sangat besar. Lava tersebut dengan cepat mengalir ke bawah dan memenuhi seluruh area. Saat bekerja, aku melihat bahwa ada area bijih emas yang sangat luas di wilayah ini, dengan sedikit sekali impuritas. Itu lembut dan murni, berkilauan cemerlang dan sangat indah! Permukaannya terasa halus seperti sutra saat disentuh. Aku ingin mengikis sedikit emas lunak itu untuk kubawa, tetapi itu mustahil di dunia fisik. Guru berkata, “Itulah emas yang berfungsi sebagai pemberat (memberikan stabilitas) di dasar Bumi. Itu tidak boleh diambil.” Saya menduga tempat ini pasti sangat dekat dengan inti Bumi. Bagian dalam Bumi tidak sepenuhnya padat. Ada banyak ruang kosong di bawah tanah. Jika beberapa area tertembus, rongga di bawahnya dapat menampung lava dari atas.

Wilayah Cincin Api Pasifik sangat luas, membentang di sepanjang pantai barat Amerika dan pantai timur Asia. Guru sudah terus-menerus membuat pengaturan dan mengambil langkah-langkah untuk menanganinya. Meskipun gempa bumi bermagnitudo 7,6 terjadi di Aomori, Jepang, dua malam sebelumnya, kerusakan yang ditimbulkan tidak parah. Semua ini berkat upaya Guru yang tak kenal lelah dalam melindungi wilayah tersebut. Dahulu kala, di bawah dasar laut di sekitar Jepang, terdapat satu ibu naga api iblis yang jahat, ditemani oleh dua naga api iblis muda, yang berlarian ke sana kemari dan berusaha memicu letusan gunung berapi bawah laut dan pergolakan geologis. Untungnya, kami berhasil mengurung mereka pada pertengahan tahun 2025. Jika tidak, pada Juli 2025, ramalan mengerikan bahwa “Jepang akan tenggelam” akan menjadi kenyataan.

Guru mengambil sebuah tongkat besar dan berjalan menjauh. Aku dan Guru berpisah dan membuat banyak lubang jauh di bawah Cincin Api, memungkinkan lava mengalir ke lapisan yang lebih dalam. Meskipun ini akan mencegahnya meletus ke atas, ada satu masalah yang mungkin timbul: lapisan lava semula dapat membentuk rongga baru seiring berkurangnya jumlah lava. Batu Nüwa berbentuk segitiga yang diberikan Guru kepadaku adalah persis apa yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Aku mengambil sejumlah besar Batu Nüwa Tujuh Warna, dan batu-batu itu tumbuh lebih besar sesuai keinginanku, pas dengan sempurna ke dalam beberapa rongga dan mengisinya untuk memperkuat dan menstabilkan lapisan batuan semula. Pada saat itu, Guru datang menghampiriku, dipenuhi debu dan kotoran dari kepala hingga kaki. Area luas sungai lava tersebut kini mengalir lebih stabil ke lapisan bawah tanah yang lebih dalam.

Namun, tekanan di pusat Bumi masih sangat tinggi, dan seluruh planet tetap berada dalam keadaan tidak stabil. Guru berkata, “Ini karena Bumi ingin berbalik. Para makhluk hidup yang berada di Bumi sangat menderita sehingga Dia sangat ingin berputar dan berbalik, menyebabkan ketidakstabilan ini. Semua ini disebabkan oleh energi.” “Energi kasih dapat menstabilkan-Nya, tapi jika energi itu penuh kekerasan dan kejam, itu menyebabkan penderitaan besar bagi geologi Bumi, membuat-Nya ingin berputar dan bergerak, seperti orang yang kesakitan ingin membalikkan tubuhnya.”

Aku melihat betapa mengerikannya umat manusia telah menyiksa Ibu Bumi, dan hatiku dipenuhi kesedihan! Setelah beberapa saat, Guru dan aku terbang keluar dari lapisan bebatuan. Dengan menggunakan mata Surgawi, kami melihat ke bawah ke Bumi dari luar angkasa dan dapat melihat area mana yang lebih merah di bawah tanah, sehingga memungkinkan kami menilai tingkat keparahan setiap area. Kini, warna kemerahan itu tampak perlahan memudar, dan Guru untuk sementara menghela napas lega. Namun, jika manusia tidak mengubah praktik kejam mereka dalam mengonsumsi daging insan-hewan, stabilitas sementara ini tidak akan bertahan lama.

Vegan: untuk selamatkan Ibu Pertiwi.

Vegan: Bumi berterima kasih pada Anda atas kesehatannya.

Setiap murid dari Guru memiliki pengalaman spiritual batin dan/atau berkat duniawi yang serupa, berbeda, atau lebih banyak; ini hanya beberapa contoh. Biasanya kami merahasiakannya, sesuai dengan nasihat Guru.

Untuk testimoni lainnya yang dapat diunduh gratis, silakan kunjungi SupremeMasterTV.com/to-heaven
Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (15/15)
6
Ringkas
2022-10-21
12581 Tampilan
7
Ringkas
2022-12-21
10928 Tampilan
10
Ringkas
2024-02-28
9644 Tampilan
12
Ringkas
2024-06-04
10488 Tampilan
13
Ringkas
2024-07-20
13459 Tampilan
15
Ringkas
2026-09-17
1754 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Lagu, Komposisi, Puisi dan Pertunjukan Maha Guru Ching Hai (vegan)
2026-09-19
297 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-19
564 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-19
2989 Tampilan
36:49
Berita Patut Disimak
2026-09-18
1 Tampilan
Dunia Sekitar Kita
2026-09-18
1 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-18
861 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh