Daftar nama asli dan nama samaran Trần Tâm (Ruma): Tom Van Tran (Nama lahir) John Saint (Nama resmi saat ini dan yang tercantum di paspor AS-nya) Guruji Sagarrumagarmatha (Nama yang kini lebih dia sukai) Trần Tâm Trần Văn Tâm Trần Văn Út Huỳnh Long Trần Út Huỳnh Long Tâm Trần Tom Trần / Tom Tran Master Tran Tam Trấn Yăn Tom Tran Yen Tom Cậu Út Ruma Master Ruma Ruma John Saint Master RUMA John Saint Minh Sư Ruma Minh Sư Trần Tâm Guruji Ruma Om Ruma Sagarrumagarmatha Peringatan tambahan: Bùi Tấn Kiệt adalah guru palsu lainnya dan pengikut Trần Tâm. Kami meyakini bahwa Trần Tâm telah menginstruksikan Bùi Tấn Kiệt untuk mendirikan kelompok spiritualnya sendiri di Âu Lạc (Vietnam) untuk meyakinkan penganut Hòa Hảo di sana untuk mengikuti Trần Tâm. Bùi Tấn Kiệt memberi tahu mereka bahwa Trần Tâm adalah reinkarnasi dari pendiri Hòa Hảo, Yang Terhormat Guru Tercerahkan Huỳnh Phú Sổ (vegan), dan itu adalah kebohongan. Bùi Tấn Kiệt juga memberi tahu publik bahwa Trần Tâm adalah ‘Kaisar Giok’, sebuah fakta yang tidak benar lainnya, untuk lebih meningkatkan daya tarik Trần Tâm di kalangan komunitas spiritual nasional. Terakhir, Bùi Tấn Kiệt berdusta menyatakan dirinya sebagai ‘Maitreya Vietnam’.
Ya Tuhan, saya sangat berharap dia benar-benar bertobat, jika tidak, saya tak bisa lagi menyelamatkannya dari neraka. Dalam Hukum Universal, tiga kali adalah batas maksimal seseorang dapat diselamatkan, bahkan jika dia adalah penjahat terburuk, penjahat spiritual. Jadi, saya sudah menyelamatkannya tiga kali, dengan bantuan dari yang disebut jenderal saya Dia [sang jenderal] cukup garang. Dia tidak menyukai tipe pengkhianat seperti ini, terutama pengkhianat spiritual. Lalu bahkan mencuri desain saya dan segala macam hal untuk menghasilkan uang dari orang-orang yang tidak bersalah dan rentan, serta melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Itu adalah hal-hal yang mengerikan untuk dilakukan.Berikut ini adalah terjemahan dari peringatan publik yang awalnya diposting oleh “Para Korban RUMA” dan dibagikan di Facebook oleh Le Trung. Menurut unggahan tersebut, Master Ruma (nama resmi John Saint, juga disebut Tran Tam) — yang menghadapi berbagai tuduhan pelecehan seksual dan eksploitasi keuangan dari mantan pengikutnya — menyelenggarakan acara tujuh hari di Kamboja dari tanggal 23 hingga 29 September, di mana anak-anak dari para pendukungnya dipisahkan dari orang tua mereka. Para penulis mendesak pihak berwenang Kamboja untuk melakukan penyelidikan, dengan memberikan lokasi acara, tautan ke saluran resminya, dan daftar tuduhan yang terperinci. Postingan Facebook Le Trung oleh “Para Korban RUMA” Yang Terhormat Media Kamboja, URGEN: Saat ini di Kamboja, seorang guru spiritual palsu dan yang diduga sebagai predator seksual sedang mengadakan acara di mana anak-anak dari para pengikutnya diisolasi dari orang tua mereka selama 7 hari. Acara tersebut dimulai tanggal 23 September dan berakhir tanggal 29 September. Guru palsu itu dikenal sebagai Master RUMA, dan nama resminya [di paspor AS] adalah John Saint [Lahir di Vietnam] [Nama pilihannya saat ini: Guruji Sagarrumagarmatha]. Berikut beberapa laporan mengenai kasus pelecehan seksual dan penipuan keuangan yang melibatkan sang biksu palsu, Master RUMA (juga dikenal sebagai Tran Tam atau John Saint). Kami yakin bukti yang diberikan memerlukan perhatian segera dari pihak federal dan lokal untuk memastikan keselamatan publik dan keadilan. Kami yakin acara 7 hari bersama anak-anak tersebut diadakan di alamat berikut, tautan google map juga disertakan: Phum Khsom, Komune Banteay Daek Distrik Kien Svai, Provinsi Kandal Kamboja Berikut adalah saluran YouTube resmi miliknya [Master Ruma]. Berikut beberapa insiden pelecehan yang dilakukan Tran Tam terhadap pria, wanita, dan anak-anak. Ini adalah keterangan dari saksi dan korban yang sebenarnya, namun mereka ingin tetap anonim karena takut akan pembalasan dari Master RUMA dan para pengikutnya. Pasti ada ratusan korban lainnya, namun banyak yang terlalu takut untuk melapor. Sebagian orang khawatir Tran Tam akan membunuh mereka atau mengutuk mereka. CATATAN: Tran Tam adalah nama lain untuk Master RUMA yang juga dikenal sebagai John Saint. 1) Pelecehan seksual sesama jenis terhadap korban berusia 20 tahun. Pada tahun 1996, saat di Vietnam, Tran Tam melakukan pelecehan seksual terhadap pengikut laki-laki berusia 20 tahun berkali-kali. Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 2) Banyak yang dilecehkan, banyak yang pergi, banyak yang diancam Seorang mantan pengikut Tran Tam berbagi pengalamannya, mengungkapkan eksploitasi finansial dan pelecehan seksual di dalam kelompoknya. Para pengikut dipaksa untuk memberikan persembahan yang mahal, bahkan beberapa menjual rumah mereka karena takut. Para korban melaporkan pelecehan dan kekerasan seksual, sementara Tran Tam mengeluarkan ancaman kutukan kepada mereka yang pergi. Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 3) Pengikut selama 8 tahun menceritakan banyak korban pelecehan seksual Seorang mantan pengikut mendengar bahwa Tran Tam telah melakukan pelecehan seksual terhadap pengikut laki-laki dan perempuan. Laporan tersebut mencakup insiden yang melibatkan seorang remaja laki-laki di AS, yang ibunya ditipu sehingga meninggalkan anaknya di center meditasi. Mereka mengetahui lebih dari 50 korban dan mencatat bahwa yang lain secara terbuka menuduhnya di media sosial. Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 4) Daftar tuduhan yang dibahas antara 2 korban Pengikut tersebut “diraba” oleh pria tua (Tran Tam). Wanita terlibat, ada risiko kehamilan. Pengikut lainnya disebutkan bersama “pria tua itu”. Korban mengatakan bahwa dia dilecehkan setiap hari. Pengikut lain yang mereka kenal pernah mengalami pelecehan sekali. Orang-orang memberikan uang secara langsung kepada Tran Tam. Pengikut menjadi bangkrut karena paksaan finansial oleh Tran Tam dan karena takut akan kutukan beracunnya. Lelang diadakan untuk mangkuk dan jubah Tran Tam; pemenangnya akan mendapat kunjungan dari Tran Tam, tetapi dia tidak mengunjungi Vietnam karena dilarang masuk ke negara itu. Tran Tam tidur dengan pengikut laki-laki dan perempuan; beberapa di antaranya masih di bawah umur. Sumber: Percakapan antara dua korban / mantan pengikut Tran Tam 5) Tran Tam melakukan pelecehan seksual terhadap pengikut dekatnya dan orang lain. Korban diberi tahu oleh Tran Tam bahwa dia memiliki “rintangan karma” sebagai alasan atas berbagai kekerasan seksual/ pemerkosaan terhadap korban. Seorang wanita yang dikenal korban menyebutkan bahwa dia tahu “bahwa si guru telah melakukan hal-hal yang bahkan lebih mengerikan”. Melakukan pelecehan seksual terhadap asistennya. Seorang wanita lainnya tahu bahwa Tran Tam memiliki hubungan seksual yang sembarangan. Menceritakan tentang seorang anak laki-laki di AS yang mengalami pelecehan dan diunggah ke media sosial. Banyak pendamping/asisten lain juga mengalami pelecehan. Tran Tam memanggil banyak biarawan ke tempat tinggalnya untuk melakukan seks berkelompok. Biksu senior diduga melakukan pelecehan seksual terhadap para wanita. Tran Tam memperbolehkan biarawan menjalin hubungan dengan biarawati mana pun di center tersebut. Desas-desus tentang seorang biarawan yang mencoba bunuh diri setelah mengalami pelecehan seksual oleh TT (Ruma). Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 6) Korban Tran Tam memutuskan untuk membagikan kisah pelecehan seksual di media sosial. Korban dipanggil untuk bertemu Tran Tam secara pribadi dan diberi tahu bahwa dia membawa banyak karma dan pelecehan itu adalah cara Tran Tam untuk melepaskan karma korban. Korban memutuskan untuk membagikan kisahnya di media sosial setelah menyembunyikannya bertahun-tahun. Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 7) Kesaksian para mantan pengikut Tran Tam: Seorang biarawan dan biarawati diperintahkan untuk melakukan tindakan seksual di depan Tran Tam demi kesenangannya. Para biarawan itu kemudian meninggalkan kelompok tersebut, menyadari bahwa hal itu sangat salah. Tran Tam menyuruh asisten prianya berhubungan seksual dengannya terus-menerus selama seminggu. Tran Tam mengisap alat kelaminnya berhari-hari sampai dia kesakitan. Asisten tersebut melarikan diri dan memberi tahu anggota keluarganya. Mereka tidak lagi mengikuti Tran Tam. Selama retret di Kamboja, Tran Tam memberi tahu para pengikutnya bahwa mereka harus membeli makanan dan minuman yang telah diberkati untuk bisa bertemu dengannya. Dia mengumpulkan begitu banyak uang dari para pengikutnya dengan cara ini. Ketika mereka mencoba membawa uang itu kembali ke Vietnam, “pengawal” yang membawanya ditangkap dan dipukuli oleh polisi karena telah berbohong kepada mereka. Setelah beberapa waktu di penjara, keluarga pengawal tersebut harus mengeluarkan banyak uang untuk membebaskannya dengan jaminan. Tran Tam tidak peduli dengan nasib pengawalnya. Ada seorang pengikut wanita yang sangat dekat dengan Tran Tam yang selalu ikut dengannya ke mana pun. Suatu saat dia memiliki seorang anak; dia bilang itu adalah anak Tran Tam. Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 8) Laki-laki muda mantan pengikut dan korban pelecehan Tran Tam “Jadi, Ruma bilang itu ke saya, dan saya memercayainya, jadi saya lakukan. Dia bilang itu untuk menghapus karma, jadi saya melakukannya... Jadi, dia mengatakan ingin menggunakan tindakan seksual untuk menghapus karma saya. Katanya dia akan berperan sebagai wanita, dan dia ingin saya menjadi pria. Seolah-olah, seberapa pun besarnya nafsu yang saya miliki, dia akan menyerap semuanya untuk menghapus karma.” “Hal itu berulang kali terjadi pada banyak orang. Insiden yang membuat saya pergi adalah insiden di Amerika. Dia melakukan hal yang sama terhadap seorang anak laki-laki di bawah umur 16 tahun. Setelah kejadian itu, polisi di Amerika mengejarnya, sehingga Tran Tam melarikan diri dari AS.” Insiden di AS yang melibatkan anak di bawah umur: “Anak laki-laki di bawah umur itu, ibunya juga mengikuti, lalu dia memercayai Ruma dan memercayakan putranya kepadanya untuk dididik dan dibimbing, tetapi pada akhirnya, itu berujung pada pelecehan seksual. Anak laki-laki ini menceritakan hal itu kepada ibunya, tetapi awalnya, ibunya tidak memercayainya. Kemudian, saya tidak tahu siapa yang melaporkannya ke polisi, jadi polisi langsung datang ke center meditasi tersebut. Saat itulah Tran Tam merasa takut dan meminta seseorang mengantarnya pergi agar bisa bersembunyi.” Sumber: Mantan pengikut dan korban Tran Tam 9) Kesaksian dari mantan asisten Master RUMA (Tran Tam) TT [Tran Tam] mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap mantan asistennya. Mantan asisten itu tahu bahwa Tran Tam melakukan pelecehan seksual terhadap para biarawan lain. Para biarawan dan biarawati terlibat dalam aktivitas seksual di center-center Tran Tam. Mantan asisten itu melihat narkoba dikirim secara diam-diam ke center-center Tran Tam. Mantan asisten itu melihat para biarawan mengonsumsi narkoba di center-center tersebut. Mantan asisten itu melihat Tran Tam memukul burung beonya dan melemparkannya ke tanah. Mantan asisten itu melihat Tran Tam berbohong tentang meditasi dan banyak hal aneh lainnya secara umum. Ketika mantan asisten itu memberi tahu Tran Tam bahwa dia akan meninggalkannya, Tran Tam mencoba mematahkan kakinya. Sumber: Mantan pengikut, biksu, asisten, dan korban Tran Tam 10) Tran Tam tak bisa memperoleh visa untuk para pengikutnya di AS sehingga mereka terpaksa tinggal secara ilegal, yang merupakan pelanggaran imigrasi AS. Sumber: Mantan pengikut Tran Tam 11) Ada anak-anak di bawah asuhannya di beberapa centernya di Asia Tenggara, mantan pengikutnya mengklaim bahwa beberapa anak di bawah umur tersebut dipaksa melakukan tindakan seksual terhadap Tran Tam. Sumber: Mantan pengikut Tran Tam Dia memiliki beberapa yang disebut “center meditasi” dan kepentingan bisnis lainnya di Kamboja. Silakan lihat di bawah ini. Lokasi Kuil Palsu Master RUMA di Kamboja Bisnis Master RUMA di Kamboja: Salam, Para korban RUMA
Tapi dia memang meminta bantuan dari bawah sana, dari neraka. Lalu hati saya melunak. Dia tampak menyesal dan tulus, tetapi itu hanya pura-pura. Setelah diselamatkan, dia langsung mengubah nada bicaranya, dengan mengatakan bahwa “dia juga berhak memberi inisiasi seperti saya”. Itu bukanlah hak. Itu adalah tugas dari TUHAN. Dan kalian harus memiliki pahala yang lebih dari cukup untuk bahkan menutupi langit, untuk bisa memberikan inisiasi kepada orang lain yang bergantung kepada kalian untuk diangkat dan dibebaskan dalam satu masa kehidupan. Jika mereka tulus dan berlatih seperti yang diajarkan pada saat inisiasi dan mengikuti standar moral, seperti Lima Sila yang telah saya berikan kepada kalian, yang telah saya beritahukan kepada kalian, telah saya ingatkan dan telah saya sampaikan kepada kalian, kalian harus mematuhinya agar dapat berlatih dengan baik dan mengikuti Aturan Surga. Untuk bisa masuk Surga, kalian harus menjadi seperti Surga. Para makhluk Surgawi, mereka tidak menipu, tidak berbohong, tidak membunuh, tidak melakukan aktivitas seksual yang salah, apalagi memerkosa anak-anak. Kalian harus memiliki pahala, kalian harus memiliki Kuasa langsung dari TUHAN dan Perintah dari TUHAN, bahkan jika kalian seorang Buddha, untuk menyelamatkan orang lain. Namun, entitas sejahat Trần Tâm sama sekali tidak layak bahkan untuk memakan debu dari kaki para Buddha masa lalu mana pun. Tapi, dia begitu terbuai oleh ketamakan akan ketenaran dan keuntungan sehingga melupakan semua itu. Yah, saya harap dia ingat sekarang, karena saya tidak diizinkan lagi untuk menyelamatkannya. Tiga kali adalah batas maksimal untuk pelanggaran atau permintaan apa pun. Photo Caption: “Layu Di Bawah Sinar Matahari Hal-Hal Berubah Menjadi Indah! Dalam Kuburan Cahaya Ilahi Para Pendosa Terbebaskan!”










